BANGIL - Di hari terakhir kampanye putaran kedua kemarin (7/5), nyaris terjadi insinden. Massa pasangan Jusbakir Aldjufri (JuJur) tak terima ketika melihat massa pendukung pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) ada yang membawa bendera PKB.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Bromo, siang kemarin pasangan DAdi berkampanye. Massanya melakukan konvoi. Para pendukung JuJur melihat di kerumunan konvoi ada yang membawa bendera PKB.
Tak terima atribut partai yang mereka usung dibawa oleh pasangan calon lain, H Mochammad Ashari, tim sukses independen di posko JuJur di Kalianyar, Bangil, pun bertindak. Dia hendak menghentikan laju konvoi dan mengambil bendera PKB tersebut.
"Tapi kami mengurungkannya. Karena saya masih menghargai KPU, Panwas dan kepolisian dalam hal ini. Oleh sebab itu saya meminta kepada yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini," ujar H Mochammad Ashari.
Kepada Radar Bromo, Ashari mengatakan jika banyak para simpatisan DAdi yang membawa bendera PKB dalam kampanye. Ashari juga tidak setuju jika ada yang memakai atribut PKB meski berupa bendera, kaos atau rompi.
"Kami memang belum bertindak tapi kami sudah melaporkannya. KPU dan panwas berjanji akan menyelesaikannya hari ini (kemarin). Kalau sampai tidak diselesaikan maka biar kami sendiri yang turun tangan," tantangnya.
Ashari menambahkan, seharusnya jika didukung oleh partai tertentu, seharusnya massa DAdi membawa atribut dari partai yang mendukungnya tersebut. Jadi para simpatisan tak harus menggunakan atribut dari partai lain yang jelas-jelas tak mendukungnya.
Guna menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihak KPU dan Panwas pun sempat mendatangi posko JuJur di Kalianyar. Dalam pertemuan itu, kata Ashari, KPU dan Panwas siap untuk segera menindaklanjuti. "Pokoknya saya minta diselesaikan hari ini, kalau tidak apa yang terjadi lihat saja nanti," ujar Ashari.
Pasca kejadian menegangkan tersebut, suasana di posko JuJur Kalianyar sempat mencekam. Puluhan massa dari JuJur nampak stand by di luar dan di dalam posko yang megah itu. Aparat keamanan dari kepolisian dan unsur TNI pun ikut berjaga-jaga sampai siang hari di lokasi tersebut.
Beruntung sampai sore kemarin, saat kampanye DAdi berlangsung di lapangan Kalirejo, Bangil, ketegangan serupa tak lagi terjadi karena konvoi tidak lagi lewat di depan posko JuJur.
Sementara, ditemui secara terpisah, Abu Bakar Assegaaf, tim sukses DAdi tidak menganggap persoalan itu menjadi hal yang berat. Katanya, pihaknya tidak pernah menyuruh para simpatisan untuk memakai atau membawa atribut dari partai lain.
"Itu memang orangnya sendiri yang mau membawa atribut. Pendukungnya Pak Dade kan banyak dari berbagai partai. Lagi pula ini adalah pemilihan figur, bukan partainya," katanya ringan. (fa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar