BANGIL - Persinggungan antara pendukung pasangan Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JuJur) dengan pendukung pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) belum berhasil terdamaikan. Kemarin tim kampanye dua pasangan itu dipertemukan oleh Panitia Pengawas (Panwas) setempat. Namun, pertemuan itu tak mencapai kesepakatan berarti.
Langkah panwas mempertemukan tim kampanye kedua pasangan ini menyusul peristiwa Rabu (7/5). Hari itu giliran pasangan DAdi melakukan kampanye kali kedua. Kampanye dipusatkan di Bangil.
Dalam kesempatan itu, pendukung pasangan JuJur melihat ada yang membawa bendera PKB dalam konvoi pendukung pasangan DAdi. Nyaris terjadi insiden. Pendukung JuJur berusaha menahan diri, dan memilih mengadukannya ke KPUD dan Panwas.
Panwas pun bergerak dengan cara mempertemukan tim kampanye kedua pasangan tersebut, kemarin. Acara digelar di kantor Panwas di Bangil. Dalam pertemuan ini, tim kampanye JuJur diwakili Alvin dan Nasir. Sedangkan tim kampanye pasangan DAdi diwakili H Sutris dan Adi S.
Selain itu, sejumlah pihak terkait juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya, Dandim 0819 Letkol Art Adam Pangeran, Wakapolres Pasuruan Kompol Juli Setyadi, Kasat Intel AKP Sayuti, Kapolsek Bangil AKP Taufik, Camat Bangil Agus Pujianto, serta sejumlah undangan.
Ketua panwas Roni Suwarno menyatakan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari insiden yang nyaris terjadi pada pelaksanaan kampanye DAdi, Rabu (7/5) lalu. Dalam pertemuan itu, Roni kembali mengingatkan kepada masing-masing tim kampanye untuk bisa menjaga diri. Terutama, terhadap hal-halnya yang dapat memicu terjadinya konflik.
Baginya, persaingan dalam perebutan kekuasaan merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang sehat. "Ini semua demi Kabupaten Pasuruan ke depan," terangnya kepada semua yang hadir.
Karena itu, Roni berharap agar setiap perbedaan dalam proses pilkada nanti disikapi dengan kepala dingin.
Alvin, perwakilan tim JuJur mengaku sepakat dengan pernyataan ketua panwas itu. Hanya, menurutnya, apa yang dilakukan para pendukung DAdi itu sama sekali tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu dinilai merugikan pihaknya. "Apalagi, PKB kan sudah jelas-jelas mengusung JuJur," ujarnya.
Semetara itu, hal sebaliknya justru disampaikan H Sutris dari tim DAdi. Menurutnya, pilkada kali ini berbeda dengan sebelumnya. "Pilkada ini bukan memilih partai, tapi figur," jelasnya.
Alasan itulah yang menjadikan dirinya memberikan dukungan kepada DAdi meski ia sebenarnya kader PKB. "Makanya, tidak ada alasan untuk melarang kami membawa bendera PKB," kilahnya. "Saya sendiri orang PKB," akunya.
Karuan saja, aksi bela diri itu membuat pertemuan berubah menjadi ajang perdebatan tanpa ujung. Melihat hal itu, Kapolsek Bangil AKP Taufik pun mencoba menengahi. Menurutnya, polemik seputar keberadaan H Sutris di PKB dinilainya sebagai masalah internal partai. Hanya, dirinya mengimbau agar setiap persoalan bisa diselesaikan dengan damai.
Sayang, lantaran sama-sama ngotot, pertemuan pun berakhir tanpa hasil. Tidak tercapai kesepakatan yang bisa mencairkan persinggunan ini. Rencana, malam ini, pertemuan kembali dilanjutkan di Mapolres Pasuruan. (aad)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar