Sugeng Rawuh Di Situs kliktrijaya.blogspot.com

Jumat, 16 Mei 2008

Jelang Pilbup Pasuruan, Pak Yus Masuk RS

PASURUAN - Menjelang coblosan pilkada Kabupaten Pasuruan pada Minggu (18/5), muncul berbagai spekulasi tentang kesehatan Bupati Jusbakir Aldjufri yang juga calon bupati dari PKB. Diduga, kesehatan calon incumbent itu drop karena sejak kampanye putaran tiga (8/5) tak pernah tampil di depan publik.


Sepanjang hari kemarin, beredar SMS mengenai kondisi Jusbakir. Bahkan, ada yang menyatakan dia berobat ke Singapura sebagai upaya untuk sembuh guna kembali memimpin Pasuruan. Namun, beberapa orang dekat Jusbakir membantah kabar pengobatan ke Singapura tersebut.

"Siapa bilang Bapak (Jusbakir) di Singapura? Itu tidak benar. Bapak hanya check-up kesehatan di Jakarta. Beliau sehat kok. Mungkin besok (Jumat hari ini) sudah kembali dan Sabtu bisa bertemu masyarakat lagi," tegas Mulyono, salah seorang ajudan bupati, kepada Radar Bromo kemarin (15/5).

Tadi malam juga sempat muncul kabar bahwa Jusbakir dirawat di RS Budi Kemuliaan, Jakarta. Tapi, dari pengecekan yang dilakukan wartawan Jawa Pos, tak ada nama tersebut.

Berbagai isu tentang kesehatan Abah Jus -panggilan Jusbakir Aldjufri- beredar luas di masyarakat. Ada yang menyebut penyakit jantungnya kambuh lagi hingga sampai dibawa ke Singapura. Ada pula yang menyatakan sakit saluran pernapasan hingga sakit pada pergelangan kaki. Juga, ada yang menyebut mulai diserang kanker.

Isu itu mulai beredar ketika Jusbakir bolak-balik harus menjalani check-up di rumah sakit. Kondisi kesehatan mantan wakil bupati periode 1998-2003 tersebut mulai fluktuatif pasca penyerahan bantuan banjir dan peresmian perpustakaan di Gondang Wetan, awal April lalu.

Kondisi dia membaik lagi ketika pendaftaran calon pada pertengahan April lalu serta pengundian nomor calon pada akhir April lalu. Bahkan, saat pengundian nomor urut calon, Jusbakir terlihat segar bugar di kantor KPUD di Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Dia pun sempat menginterupsi ketika anggota KPUD Zainal Abidin memberikan alternatif pilihan untuk pengundian nomor urut.

Setelah itu, 1 Mei ketika berkampanye visi-misi di gedung DPRD, Jusbakir tidak hadir. Dia izin berobat ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Izin tersebut dibacakan di hadapan para anggota dewan oleh Ketua KPUD H M. Shodik dan ditandatangani dokter yang memeriksa.

Namun, sehari setelah itu, Jusbakir berusaha datang untuk kampanye perdana JuJur (Jusbakir-Joko untuk Rakyat) di Lapangan Mlaten, Gempol. Dia memang dalam masa penyembuhan. Saat hadir dalam acara kampanye tersebut, di tangannya masih terlihat plester bekas infus.

Begitu pula ketika kampanye kedua JuJur. Jusbakir juga menyapa puluhan ribu simpatisannya di Lapangan Warungdowo, 5 Mei lalu. Giliran kampanye ketiga (8/5) dan keempat (11/5), Jusbakir absen.

Salah satu tim pemenangan JuJur, Saeri Abdul Djalil, mengatakan tidak tahu persis soal sakit yang dialami calonnya. Namun, kabar terbaru dikatakan Saeri bahwa Jusbakir sudah sehat dan siap untuk menyapa rakyat Pasuruan lagi pada Sabtu (17/5) besok. "Tadi siang saya ditelepon Abah sendiri. Saya dengar suaranya sudah bersih sekali. Seperti sudah sehat sedia kala," tegas Saeri tadi malam.

Problem sakitnya Jusbakir itu juga sempat dikonfirmasikan Radar Bromo ke Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Nanang Hari P. Nanang juga dipercaya sebagai dokter pribadi Jusbakir. "Kalau persoalan medis, saya tidak bisa mengatakan. Ini menyangkut kode etik kami di kedokteran. Kecuali, ada izin yang bersangkutan atau diminta pengadilan, baru bisa," jelas dr Nanang ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Pada 2006, Jusbakir memang pernah operasi jantung. Jantung sebelah kanan dipasangi ring. Penyakit itu diindikasi karena Abah Jus (panggilan akrab Jusbakir) dikenal sebagai perokok berat.

Apakah jantungnya yang kambuh? Mulyono menjelaskan, Jusbakir tidak memiliki masalah dengan jantung. "Jantung bapak nggak ada masalah. Setahu saya, yang jadi masalah adalah kaki. Bapak pernah terpeleset di pendapa, waktu lantai basah habis banjir Pasuruan dulu," ungkapnya.

Radar Bromo tadi malam mencoba meminta penjelasan dari Yusuf Danial. Anak tertua Jusbakir Aldjufri itu menyatakan bahwa kondisi bapaknya sehat-sehat saja. "Alhamdulillah, bapak sehat. Saya akui banyak SMS aneh-aneh pada bapak. Tapi, alhamdulillah bapak sabar dan saat ini sehat," tegas Deni, panggilan Yusuf Danial.

Tentang isu Jusbakir diperiksa di Singapura? Deni juga membantahnya. "Bapak hanya diperiksa di Jakarta. Kalau di Singapura, itu hanya isu. Bapak sehat. Insya Allah, besok (Jumat hari ini) sudah kembali ke rumah," jelasnya.

Pemilihan bupati Pasuruan yang dilangsungkan Minggu (18/5) diikuti tiga pasangan. Selain Jusbakir, ada dua calon lain, yakni Muzamil Syafii-Ahmad Zubaidi yang dicalonkan Golkar, PAN, dan PPP serta pasangan Dede Angga-Edi Paripurna yang dicalonkan PDIP dan sejumlah partai kecil. (day/tof)

Tidak ada komentar: