Sugeng Rawuh Di Situs kliktrijaya.blogspot.com

Jumat, 09 Mei 2008

Hadiah Haji, Kampanye JAdi

PASURUAN - Pencatuman nama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kharomain, Sukorejo, pada kampanye JaDi putaran keempat di lapangan Warungdowo, Pohjentrek, menuai protes. Dua pembina KBIH tersebut, KH Sonhaji Abdussomad dan KH Mujtabah Abdussomad merasa tidak pernah diajak berunding soal pencatuman nama KBIH-nya itu pada tim JaDi.


Dua saudara inipun meminta nama KBIH Kharomain dihapuskan dari bentuk kampanye calon. "Saya meminta KBIH Kharomain tidak diikutkan dalam segala bentuk kampanye dengan tim manapun. KBIH ini adalah KBIH yang banyak beranggotakan orang-orang NU," tegas Gus Son, panggilan akrab Sonhaji Abdussomad yang diamini kakaknya, KH Mujabatah Abdussomad, kemarin.

Dengan pencantuman nama KBIH Kharomain, seolah-olah ada kerjasama antara tim kampanye JaDi dalam pemberian hadiah haji acara "Jalan Sehat bersama JaDi" di Warungdowo pada 12 Mei nanti. Hadiah haji untuk dua orang ini rencananya akan diberangkatkan pada tahun 2011. "Sama sekali kami tidak pernah tahu, kalau nama KBIH kami dicantumkan. Ini sama dengan asal comot," tegasnya.

Gus Son juga akan melakukan hal yang sama, jika seandainya ada tim lain yang mencomot nama KBIH atau jamiyyah NU ke dalam kampanye partai atau calon. "Saya akan melakukan hal yang tegas pada siapapun. Prinsip kami sudah jelas, bahwa NU tidak boleh dibawa-bawa ke politik," tegas Gus Son yang juga ketua PCNU Kabupaten Pasuruan ini.

Ia mengaku tidak tahu pasti bagaimana mekanisme pencomotan nama KBIH-nya itu ke dalam tim JaDi. "Coba sampeyan tanyakan ke H Tolhah, ketua hariannya," kilahnya.

Radar Bromo juga sempat menghubungi H Tolhah. Ia pun mengakui pernah dihubungi sekretaris KBIH-nya, H Alim soal rencana jalan sehat berhadiah haji itu. "Tapi, H Alim tidak membicarakan soal hadiah haji itu untuk kampanye calon. Saya kira, kalau untuk publikasi dan menarik jamaah umrah, nggak masalah. Kalau untuk kepentingan calon Pilbup, Pak Alim tidak membicarakan hal itu," tegasnya.

Sama seperti Gus Son, Tolhah mengaku keberatan jika pencatuman nama instansinya ke tim salah satu calon. "KBIH ini kan milik yayasan NU di Sukorejo. Sudah berdiri tahun 2001. Dan jamaahnya adalah orang NU. Jadi, tidak dibenarkan kalau KBIH ini juga dilibatkan dalam urusan ini (kampanye, Red)," tegasnya.

Pencantuman nama KBIH Kharomain sebagai Koordinator Tim Kampanye JaDi Sudiono Fauzan, mengaku tidak tahu menahu. "Saya tidak tahu soal hadiah haji dan penyebutan KBIH itu. Semuanya diserahkan pada H Alim (sekretaris KBIH)," jelasnya saat dikonfirmasi Radar Bromo, kemarin. (Amrillah)

Tidak ada komentar: