Sugeng Rawuh Di Situs kliktrijaya.blogspot.com

Rabu, 14 Mei 2008

DAdi Datangi Kejaksaan

PASURUAN - Masa kampanye Pilkada Kabupaten Pasuruan berakhir. Kemarin pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) menjadi penutupnya. Pasangan ini tidak hanya dengan mengadakan pertemuan dengan massa, tapi juga mendatangi kejaksaan untuk menyerahkan surat pernyataan siap tidak melakukan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).


Kampanye DAdi dipusatkan di tiga titik. Yakni, di alun-alun Bangil, Warungdowo Pohjentrek dan lapangan Purwodadi. Di alun-alun Bangil, puluhan ribu simpatisan berkumpul dari beberapa wilayah. Mulai dari Kalianyar, Kalirejo, Satak, Kauman, maupun Kersikan Bangil.

Sejak pagi pukul 08.00, aksi konvoi itu sengaja dilakukan dengan memutari kawasan alun-alun Bangil. Mereka berhenti di alun-alun hampir satu jam untuk menunggu kedatangan pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna yang dikawal ribuan simpatisan dari wilayah Barat. Mulai Pandaan, Sukorejo, Prigen, Gempol dan Beji.

Setelah bertemu dengan dua jagonya, massa lantas mengawal pasangan yang diusung PDIP dan gabungan partai-partai yang terkenal dengan nama Perisai (Persatuan Islam-Nasionalis). Mereka menuju ke kantor Kejaksaan Negeri Bangil di Jl Dr Soetomo.

Di kantor Kejari ini, sempat terjadi kemacetan cukup lama di ruas jalan raya utama Bangil. Ini karena simpatisan DAdi meluber hingga menguasai badan jalan. Mereka menunggu pasangan calonnya yang menyerahkan surat pernyataan untuk tidak KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) jika dipercaya menjadi bupati dan wabup Pasuruan.

"Dalam kaitan amanah Undang-Undang, izinkan kami untuk menyerahkan kebulatan tekad kami untuk tidak melakukan KKN jika kami dipercaya masyarakat Kabupaten Pasuruan dalam Pilkada 2008 ini," ujar Dade Angga, usai menyerahkan surat penyataan itu ke kantor Kejari.

Surat pernyataan bermaterai Rp 6.000 itu diterima Kasi Pidana Umum (Pidum), Sucipto disaksikan Kasat Reskrim Polres AKP M Naseh, dan Kapolsek Bangil AKP Taufiq Hidayat. Sucipto kemarin mewakili Kajari Adi Sutanto yang izin karena menghadiri acara di Surabaya.

Setelah menyerahkan surat tersebut, pasangan DAdi diarak menuju lapangan Warungdowo, Pohjentrek. Di sana, ribuan massa dari wilayah timur mulai Rejoso, Grati, Nguling dan Winongan pimpinan H Abubakar (Ayub) sudah menunggu. Jadilah, lapangan Warungdowo mengalami kemacetan untuk beberapa saat.

Di lapangan itu simpatisan DAdi tidak saja disuguhi orasi dan dangdutan. Mereka juga diminta membacakan salawat bersama yang dipimpin KH Tohari (Pasprepan), Gus Badrus Sofi (Rembang) dan Habib Abdullah (Karangketug Kraton).

Selain itu, di panggung kehormatan tampak terlihat beberapa tim sukses dan relawan, seperti Sutar, Sutrisno, Nadir Basyuaib (ketua PKS), dan juga Abubakar Asyegaaf.

Dalam orasinya, Dade Angga menegaskan jika dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Pasuruan lagi, para investor akan siap menamamkan modalnya di wilayah ini. "Bapak (cara Dade menyebut dirinya sendiri, Red) sudah dikontak banyak investor dalam dan luar negeri. Katanya begini, kalau Pak Dade jadi Bupati lagi, kami siap masuk ke Pasuruan," tegas Dade disambut tepuk tangan riuh simpatisannya.

Dade juga mengingatkan serangan fajar yang bisa saja muncul. "Bapak-ibu harus waspada setiap malam. Terutama H-1. Kalau ada orang yang memberi sesuatu dengan dalih agar mencoblos pasangan calon, maka tangkap dia dan serahkan kepada aparat keamanan," tegasnya.

Lain halnya dengan orasi Cawabup Eddy Paripurna. Eddy lebih menekankan pada sikap demokratis jika nanti bisa mendampingi Dade Angga. "Kalau kami terpilih, maka setiap bulan, kami akan siap menerima rakyat di Pendapa Kabupaten," janjinya.

Di sela-sela orasi, juga disisipi pengundian hadiah empat sepeda motor dan beberapa sepeda mini. Dua motor diundi di lapangan Warungdowo, dan dua lainnya di lapangan Purwodadi. Setelah konsentrasi di Warungdowo, ribuan simpatisan DAdi berkonvoi ke acara terakhir di lapangan Purwodadi. (day/fa)

Tidak ada komentar: