Sugeng Rawuh Di Situs kliktrijaya.blogspot.com

Sabtu, 05 Juli 2008

Akuntan dan Perpajakan

Menerima Konsultasi Akuntansi dan Perpajakan serta Pengurusan Pendirian perusahaan


P Bambang demo pingin kenaikan tujangan....gmn pak???

Selengkapnya......

Selasa, 10 Juni 2008

Sumbangan 100 Zak Semen Ketua MPR


BANGIL - Ada yang tersisa dari kunjungan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid ke Pasuruan, Minggu (8/6). Hidayat juga menyempatkan hadir di tengah-tengah ratusan siswa, guru dan orang tua siswa di lembaga pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Al-Uswah, Bangil.


Hidayat hadir dengan sambutan meriah dari para siswa. Ratusan siswa menyambut dan mengajak salaman dan foto bersama. Setelah itu, lelaki asal Jawa Tengah ini dipersilahkan untuk melakukan penandatangan enam buah prasasti lembaga pendidikan di bawah kordinator wilayah (korwil) II. Korwil II ini membawahi Kabupaten/Kota Pasuruan dan Kabupaten/Kota Probolinggo.

Selain itu, Hidayat juga diminta untuk launching SMPIT (Islam Teradu) Al-Uswah yang mulai tahun ini sudah dibuka.

Enam buah prasasti yang ditandatangani itu adalah lembaga pendidikan Islam Terpadu Al-Uswah Bangil dan Prigen, Permata Kota Probolinggo, Al-Maun Malang, Bina Insan Cendekia Pasuruan dan Insan Kamil Gempol. "Yang perlu saya tekankan di sini bahwa pendidikan adalah untuk masa depan bangsa," ujar Hidayat Nurwahid saat memberikan sambutan.

Hidayat juga sempat bercerita soal tragedi bom yang menimpa Hirosima dan Nagasaki. Semua yang ada di dua Provinsi di Jepang itu luluh lantak dengan tanah akibat bom nuklir Sekutu. Saat itu, sang Kaisar Jepang berpidato di depan rakyatnya.

Ia tidak menanyakan soal berapa jumlah harta atau aset negara yang diselamatkan. "Melainkan, sang Kaisar menanyakan berapa jumlah guru yang masih hidup. Ini bukti bahwa pendidikan sangat penting untuk masyarakat dan hajat hidup orang banyak," tegasnya.

Setelah sambutan, Hidayat juga memberikan sumbangan berupa 100 zak semen. Bahan bangunan ini akan digunakan pihak yayasan pendidikan Al-Uswah untuk meneruskan tiga lokal SDIT. Saat ini, SDIT Al-Uswah mempunyai 6 lokal. Jika ditambah tiga lokal lagi, dalam beberapa waktu, SDIT akan mempunyai 9 lokal.

"Kami merasa senang dengan perhatian langsung dari Pak Hidayat Nurwahid. Kami akan meneruskan amanah pembangunan gedung ini," tegas Lulu Novita, kepala SDIT Al-Uswah yang juga koordinator wilayah II, kemarin. (day)

Selengkapnya......

Bus Wisata Rombongan TK Terbakar



BATU - Suasana ceria di dalam bus wisata yang mengangkut rombongan murid TK Dharma Wanita, Desa Karangdiyeng, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berganti teriakan panik dan jerit tangis. Rencana liburan ke tempat wisata Jatim Park, Batu, Jatim, musnah. Gara-garanya, bus wisata PO Santoso bernopol AG 6678 PU yang mereka tumpangi ludes setelah terbakar di Jalan Dewi Sartika, dekat terminal Kota Batu, Jawa Timur, sekitar pukul 09.30 WIB kemarin (9/6).


Akibat peristiwa itu, dua siswa dan seorang wali siswa terpanggang hidup-hidup. Dua belas penumpang lainnya menderita luka bakar. Tiga korban tewas itu bernama Suyati, 27; Husni Mubaroq, 6; dan Agustin Nur Umami, 7. Mereka adalah warga Desa Karangdiyeng. Sepuluh penumpang yang luka-luka dilarikan ke RS Baptis dan Rumah Sakit Haji (RSH) Batu.

Radar Mojokerto (Grup Jawa Pos) melaporkan, bus nahas itu berangkat dari Mojokerto sekitar pukul 07.00. Bus yang mengangkut 53 siswa TK serta 54 wali siswa dan guru itu tiba di Batu sekitar pukul 09.10. Di SPBU Beji, sekitar 5 km dari tempat kejadian perkara (TKP), bus mengisi solar. "Rombongan wisata ini dalam rangka wisata perpisahan siswa," ujar Miani, kepala sekolah TK Dharma Wanita, yang ditemui Radar Malang (Grup Jawa Pos) di Mapolres Batu. Miani sendiri selamat dalam peristiwa itu.

Setelah mengisi bahan bakar, bus langsung meluncur ke arah Batu. Tiba di belokan jembatan Jl Dewi Sartika, bus dihentikan petugas Dinas Perhubungan Kota Batu. ''Kami melihat dua petugas menghentikan laju bus,'' kata Indah Sriyani, 67, salah seorang penumpang yang selamat, saat dirawat di RS Haji Kota Batu.

Sekitar 30 meter dari titik pemberhentian, sopir bus Maskuri, 48, dan kernetnya, Slamet, 30, keluar. Mereka menemui petugas LLAJ (lalu lintas angkutan jalan) Kantor Perhubungan untuk membayar retribusi. ''Saya melihat mereka bicara serius,'' kata Sriyani. Saat ditinggalkan Maskuri dan kernetnya, kondisi mesin bus masih menyala. Versi sopir, bus sudah di-hand rem dan ban depan sudah diberi balok kayu.

Dari situlah tragedi berawal. Diduga karena tak kuat menahan beban penumpang, setelah tiga menit berhenti, mendadak bus mundur. Arahnya serong ke kanan. Tahu bus berjalan tanpa sopir, seluruh penumpang panik. Mereka berteriak-teriak. Anak-anak menangis. Penumpang wanita pun menjerit-jerit. Suasana sangat kacau. "Allahu akbar... Allahu akbar. Cuma itu yang bisa saya ucapkan kala itu,'' kenang Sulastri, penumpang lain yang selamat, di RSH.

Karena jalan menanjak, laju mundur bus cukup kencang. Diperkirakan sekitar 40 km/jam. Setelah melaju mundur sekitar 75 meter, bodi bus bagian belakang menabrak toko kasur dan warung nasi Songo di kanan jalan. Terdengar ledakan keras saat bodi belakang menabrak toko dan warung itu. Diduga kuat ledakan berasal dari lima kompor yang menyala di warung. Api pun menyala dan menyambar bodi belakang. "Saya melihat tiga orang terlempar dari dalam bus dan ikut terbakar di reruntuhan warung," tutur Mardi, saksi mata di TKP. Tiga orang yang terlempar itu belakangan diketahui sebagai korban meninggal.

Tahu ada api dan bunyi ledakan, penumpang bertambah panik. Seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri. Ada yang lari menuju pintu belakang, ada yang pilih ke pintu depan.

Sriyani sendiri waktu itu mencoba meraih pembuka pintu belakang, namun tak berhasil. Dia pun lari ke depan. Namun, penumpang lainnya malah mendorongnya ke arah pintu belakang. Dalam kondisi panik itu, Sriyani pingsan. Dia kembali sadar setelah seseorang menyeret kakinya keluar dari pintu belakang bus yang pintunya sudah dapat dibuka.

Nuriadi, 38, penumpang lain yang selamat, menceritakan, begitu melihat kobaran api di bagian belakang bus, dia teringat anaknya, Rohmatul. Dia menemukan anaknya duduk di antara kursi bus. Kakinya menghitam kena api. Dia pun mengambil langkah pintas. Nuriadi lekas menggendong anaknya dan melompati satu per satu kursi penumpang. ''Saya tak pedulikan apa-apa, pikir saya yang penting selamat,'' tutur Nuriadi yang ditemui di RS Baptis, Kota Batu.

Setelah bus kosong, api terlihat semakin besar. Khawatir kebakaran merembet ke rumah warga, polisi dibantu warga berupaya membawa bus ke tengah jalan. Sopir bus Maskuri yang panik nekat naik ke kemudi. Dia pun membawa bus berjalan ke tengah.

Namun, tiba-tiba Maskuri melompat dari bus. Setelah itu, bus kembali meledak keras. Api kemudian melalap seluruh bodi dan kursi. Bus pun melaju sendiri dan berhenti setelah menabrak trotoar. Ledakan keras kembali terjadi setelah bus berhenti.

Tidak berselang lama, kendaraan PMK Kota Batu datang ke TKP dan langsung melakukan pemadaman. Satu jam kemudian api padam.

Petugas dan warga lantas mencari para penumpang. Di tumpukan warung yang terbakar, petugas menemukan tiga korban yang sudah meninggal dalam kondisi mengenaskan. Tiga korban pun dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang untuk keperluan otopsi.
(mil/kim)

Selengkapnya......

Sabtu, 24 Mei 2008

Nguling Pastikan Kemenangan Dadi


Kejayan, Pasuruan - Rapat Penghitungan Suara Pilkada kemarin diwarnai dengan saling kejar angaka antara pasangan Dadi dan JujuR.


Kedua pasangan ini saling bergantian unggul di sela rekap penghitungan setiap kecamatan. Hingga akan memasuki penghitungan di kecamatan yang terakhir, yakni Nguling cukup mendebarkan seluruh peserta rapat yang hadir. Pada saat itu kedudukan sementara Pasangan JUJUr masih mengantongi keunggulan 1782 suara dari pasangan DaDi yang menempati urutan kedua sementara.
Namun suasana tampak terdiam sejanak untuk dangan seksama mendangar hasil dari kecamatan terakhir ini. Begitu dibacakan pasangan Dadi memperoleh keunggulan 2564 suara di kecamatan Nguling tersebut. Sehingga dengan itu pasangan DADI unggul 783 Suara atau kurang lebih beda unggul di dua TPS.
Karuan TIm JUjuR yang merasa kemenangan di depan mata sirna, begitu mendengar pengumuman itu. Tampak tim saksi yang hadir seolah bingung-mata menyembab tatapan kosong akhirnya sedikit emosi dengan tidak menerima hasil pengumuman tersebut.
Tim JUjUr akhirnya enggan memberikan tandatangan di BAP di white Board tersebut. Begitu juga pasangan tim Jadi mereka pergi tanpa mau memberikan tanda tangan kesaksian mereka di rapat tersebut.
Sebaiknyalah yang kalah legowo dan nerimo dengan yang hasil yang sesuai dengan aturan kilah salah satu anggota KPUD.
rencanaya hari ini akan di sahkan hasil rekapitulasi penghitungan kemarin, dengan kemenangan Tim DadI. Segunung harapan rakyat pasuruan akan adanya perubahan di bebagai sektor antara lain Keamanan yang dikenal sebagai sarang pembegal sepeda motor, Birokrasi yang mbulet, Pengangguran yang kian parah terutama seperi yang dialami oleh sang penulis ini, Pesekabpas yang bagaikan kapas yang diombang ambingkan angin. dan masih banyak lagi.

Selengkapnya......

DaDi Kantongi Kemenangan Tipis Pilkada

Pasuruan - Akhirnya berakhir juga rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kab. Pasuruan kemarin.Meskipun diwarnai dengan suasana yang memanas di sela rapat akhir penghitungan suara pilkada. Tetapi kemanangan berhasil diraih oleh pasangan DaDi dengan selisih agregat tipis tepatnya 783 suara untuk kemengan Dadi dengan pasangan JuJur yang menempati urutan ke-dua kemarin.


Sempat terjadi ketegangan antara masing-masing kubu pasangan yang diwakili masing- masing oleh 1 koordinator dan 3 saksi. Sedangkan yang lain menunggu di luar arena.
Kejadian pertama diawali dengan interupsi dari kubu Dadi tentang adanya proses perhitungan yang terjadi di PPS dan PPK. Namun, Interupsi kubu Dadi tersebut tidak ditanggapi dan rapat jalan terus sesuai agenda.
Pun juga demikian saat di tengah agenda,gantian dari kubu Tim Jadi yang melakukan interupsi yang merasa adanya kecurangan penghitungan, sehingga menunutut di hitung ulang seluruh suara yang ada di tingkat PPK. Tapi seperti halnya kubu Dadi yang bernasib sama, interupsi tersebut tidak ditanggapi sehingga mereka kubu Jadi seorang koordinatornya walk out dari rapat.
Beberapa saat kemudian tim JUJUR melakukan Walkout setelah interupsinya tidak mendapatkan tanggapan yang berarti.Mereka menganggap adanya kebecoran hitungan di tingkat PPK.
Tetapi bagaimanapun KPUD yang punya kuasa tentang perdebatan ini, KPUD menjelaskan mereka sudah bertindak berdasarkan undang-undang dan aturan yang berlaku. KPUD memepersilahkan pihak yang tidak sesuai dengan harapanya untuk melakukan tuntutan hukum melalui MA. (amil)
******

Selengkapnya......

BLT Cair Hari ini, BBM Naik

BBM Naik, Pagi Ini BLT Cair
TRADISI NAIK BBM: Menjelang pengumuman kenaikan BBM tadi malam, antrean panjang terlihat di pom-pom bensin.


Tahap Pertama Kompensasi Kenaikan untuk Sepuluh Kota
JAKARTA - Mulai pukul 00.00 dini hari tadi, pemerintah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Dalam harga baru itu, bensin naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Solar yang semula Rp 4.300 menjadi Rp 5.500 per liter. Sedangkan minyak tanah terkerek dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per liter.

Kenaikan rata-rata 27,8 persen itu diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Kantor Menko Perekonomian pukul 21.30 tadi malam. Hadir dalam pengumuman tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, dan Menhub Syafii Djamal.

Kenaikan itu adalah yang ketiga dilakukan pemerintah SBY. Pertama pada 1 Maret 2005, yang naik rata-rata 30 persen. Kedua pada 1 Oktober 2005, yang naik di atas 100 persen.

Kenaikan ketiga yang mulai berlaku tadi malam ditempuh SBY setelah harga minyak dunia terus melejit. Harga terakhir mencapai USD 132 per barel. Karena posisi Indonesia net impor, subsidi BBM pun ikut membengkak. Saat ini subsidi BBM di APBNP Rp 95 triliun, dengan bantalan Rp 9 triliun. Bila tak ada kenaikan, subsidi BBM akan membengkak menembus Rp 125 triliun.

Yang pasti, langkah pemerintah menaikkan BBM itu ditentang oleh sejumlah kalangan. Dalam pekan terakhir ini, hampir di semua kota muncul demonstrasi menolak kenaikan BBM. Bahkan di Jakarta, sempat menimbulkan bentrok antara polisi dan mahasiswa. Selain itu, sejumlah pakar seperti ekonom UGM Revrisond Baswir dan anggota DPR Dradjat H. Wibowo menolak pilihan kenaikan BBM.

Untuk meredam gejolak masyarakat, Sabtu pagi ini, pukul 09.00, pemerintah langsung membuka keran pencairan dana BLT (bantuan langsung tunai). "Mulai besok pagi (hari ini, Red) BLT bisa dibagikan di sepuluh kota di Indonesia," tambah Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Subsidi BLT itu akan diberikan kepada 19,1 juta RTS (rumah tangga sasaran). Setiap RTS per bulan akan mendapat Rp 100 ribu. Tahap awal diberikan tiga bulan sekaligus sebesar Rp 300 ribu. Menurut Menko Kesra, pada 15 Juni, diharapkan seluruh Indonesia sudah mendapat kartu BLT.

SBY-Kalla Pertaruhkan Popularitas

Langkah SBY-Kalla menaikkan harga BBM di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih bakal harus dibayar mahal. Ahli riset politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, sudah hampir pasti SBY kehilangan popularitas karena menempuh kebijakan tak populer itu.

"Tapi, apakah turunnya banyak atau sedikit, saya belum tahu," ujarnya.

Fluktuasi angka popularitas itu memang sulit ditebak. Dia mencontohkan ketika SBY-Kalla menaikkan harga BBM pada Maret 2005. Waktu itu, dirinya masih bergabung di LSI atau Lembaga Survei Indonesia. Survei LSI per Januari 2005 menunjukkan popularitas SBY 69 persen. Begitu BBM naik, popularitasnya memang menurun menjadi 65 persen. "Nggak diduga cuma turun empat persen," ujarnya.

Padahal, kata Qodari, saat itu banyak kalangan, seperti (alm) Prof Riswandha Imawan, sempat menyatakan kenaikan tersebut akan membuat SBY-Kalla jatuh.

Implikasi kenaikan harga BBM kali ini juga akan tetap sulit diprediksi terhadap popularitas SBY-Kalla. Namun, survei terakhir Indo Barometer per Desember 2007 memperlihatkan, tingkat kepuasan publik terhadap SBY sebesar 55,6 persen dan Kalla 49,9 persen. "Hati-hati kalau turunnya sampai menembus di bawah 50 persen. Itu angka yang cukup rawan bagi incumbent," ujarnya.

Apakah penurunan popularitas tersebut juga akan terjadi pada Kalla? "Berdasar pengalaman kami, popularitas Kalla memang selalu mengikuti SBY," ungkapnya.

Artinya, bila popularitas SBY membaik, popularitas Kalla ikut menanjak. Begitu pula ketika popularitas SBY jeblok, popularitas Kalla juga menurun. "Yang jelas, popularitas Kalla selalu di bawah SBY," tegas Qodari.

Meski popularitasnya menurun, kata dia, belum tentu popularitas SBY-Kalla kalah oleh kombinasi pasangan lain yang mulai muncul. "Apalagi, masih ada peluang bagi SBY-Kalla untuk melakukan recovery dan memperbaiki popularitas," katanya.

Misalnya, menyalahkan tekanan harga minyak dunia, mempersoalkan lifting minyak yang tidak naik sejak delapan tahun lalu, atau merealisasikan BLT secara efektif.

Peneliti senior The Habibie Centre Andrinoff Chaniago menilai, penurunan popularitas tetap menjadi risiko politik yang paling konkret bagi SBY-Kalla. Apalagi, itu diperparah oleh program bantuan langsung tunai (BLT) yang kontroversial dan riak-riak kekacauan yang mulai bermunculan.

"Sebagian publik yang ragu-ragu mungkin akan tegas tidak memilih mereka lagi. Sedangkan mereka yang memilih SBY-Kalla pada 2004 mungkin akan menjadi ragu-ragu," jelasnya.

Siap Tak Populer

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyadari, pilihan menaikkan harga BBM akan membuat pemerintahannya tidak populer. Namun, bagi dia, pihaknya lebih memilih popularitasnya jeblok daripada ekonomi negara hancur.

"Itu namanya kepemimpinan. Lebih baik kita mengorbankan popularitas dibanding ekonomi hancur. Sebab, kalau ekonomi hancur, hancur juga popularitas SBY-Kalla," ujar Kalla dalam keterangan pers di kantornya kemarin (23/5).

Dia menuturkan, dalam demokrasi lansung, pilihan antara popularitas dan kebijakan tidak populer namun dibutuhkan memang sulit diambil. Sebab, dalam jangka pendek, kenaikan harga BBM pasti akan menurunkan popularitas. Apalagi, keputusan itu diambil setahun menjelang pemilu. "Namun, kami memilih, SBY memilih perbaikan ekonomi dan menyehatkan ekonomi dibanding popularitas. Itu pilihan yang sulit. Tapi, keputusan itu kami pilih," tegasnya.

Kalla juga membantah pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM setelah menaikkan harga BBM 128 persen pada 1 Oktober 2005. Menurut dia, Presiden SBY berkali-kali hanya menyatakan bahwa kenaikan harga BBM merupakan opsi terakhir setelah pemerintah gagal mengupayakan cara lain agar harga BBM tidak naik.

"Memang selalu kami katakan, pemerintah mengupayakan harga BBM tidak naik. Tapi, kenaikan harga BBM adalah opsi terakhir setelah penghematan anggaran belanja departemen, konversi minyak tanah ke gas, menaikkan penerimaan pajak, dan upaya-upaya lain tidak berhasil," ungkapnya.

Penghematan anggaran pemerintah, kata dia, tidak bisa menutup beban subsidi. "Subsidi BBM Rp 270 triliun itu tidak cukup dengan penghematan. Sehebat-hebatnya penghematan, paling tinggi hanya dapat Rp 20 triliun. Yang kita persoalkan itu yang Rp 250 triliun," tegasnya.

Kalla juga tidak menjamin pemerintah tidak akan kembali menaikkan harga BBM bila harga minyak dunia terus meroket. Namun, dia meyakinkan, kebijakan apa pun yang akan diambil pemerintah tidak akan merugikan rakyat kecil. "Siapa yang bisa menduga apa yang akan terjadi kalau harga minyak dunia USD 200? Tapi, tidak mungkin tanpa suatu kebijakan lagi, meski kemungkinan turun juga ada," ujarnya.

Kenaikan harga BBM 28,7 persen, tegas dia, belum berpengaruh signifikan terhadap anggaran negara. Sebab, penghematan subsidi yang dihasilkan hanya sekitar Rp 35 triliun setahun. Namun, kenaikan itu dinilai hanya sebagai sinyal agar masyarakat mulai menghemat konsumsi BBM. "Yang penting spirit rakyat untuk bersama-sama supaya tidak boros dan membagi risiko (gejolak) ekonomi dari masyarakat yang mampu ke yang miskin," jelasnya.

Karena keputusan pemerintah sudah bulat, fokus pemerintah kini telah beralih pada isu-isu pasca pengumuman kenaikan harga BBM seperti pencairan bantuan langsung tunai (BLT). Kalla memerintahkan semua jajaran pemerintah melaksanakan tugas mendistribusikan BLT, meski nanti rakyat menolak menerimanya.

Dia menjelaskan, pemerintah berkewajiban menjaga rakyat. Namun, rakyat punya hak menolak. Kondisi itu mirip pemilihan umum. Meski banyak warga menolak mencoblos, pemerintah tetap wajib melangsungkan pemilihan umum. "Mau menggunakan hak pilihnya atau tidak, itu hak rakyat. Tapi, pemerintah tetap wajib menggelar pemilu," katanya.

Karena pembagian BLT adalah kewajiban pemerintah, pemerintah pusat tidak akan segan menindak bila perintah tidak dilaksanakan jajaran di daerah. "Kalau dalam aturan kepegawaian, tindakan itu bisa ditegur atau diperingatkan. Tapi, kalau melanggar secara fisik, akan diambil tindakan keras," tegasnya. (noe)


Selengkapnya......

Kamis, 22 Mei 2008

Kartika Sari Ditabrak, Siswi SMP Tewas

GEMPOL - Nasib nahas menimpa dua pelajar SMP/MTs di Gempol Kabupaten Pasuruan. Maya, siswi asal Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dan Angelina, pelajar asal Dusun Karangbangkal, Desa Karangrejo, Gempol, harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Kedua korban ini kemarin kecelakaan saat hendak berangkat berenang. Motor yang mereka kendarai, Honda Supra W 6399 TH menabrak tembok rumah makan Kartika Sari, Gempol. Akibatnya, kedua korban mengalami luka serius. Maya dinyatakan meninggal saat perjalanan ke RSUD Bangil. Ia mengalami robek di kepala bagian belakang dan dahi.

Sementara, Angelina juga mengalami luka yang hampir sama. Namun, jiwa siswa SMP swasta di Gempol ini masih bisa diselamatkan. Ia kini dirawat di RS Pusdik Brimob, Porong, Sidoarjo. "Tadi itu, anak-anak ini berjalan dari arah selatan ke utara. Terus ada belokan. Kayaknya yang nyetir kurang tegen (cekatan). Suara gasnya tadi juga keras sekali," ujar Hari, saksi mata di Gempol.

Kecelakaan ini diduga lantaran Maya, si pengendara masih belum lihai dalam mengendarai motor. Pelajar MTs di Gempol ini lupa saat menginjak rem. "Kayaknya, dia keliru, mau mengerem ternyata ngegas," ujarnya menganalisa. (day/mil)


Selengkapnya......

Dishub Bahas Trayek Kabupaten Buntut Mogok Kerja MPU

PASURUAN - Upaya penertiban angkutan umum digelar maraton dinas perhubungan (dishub) kota Pasuruan. Kemarin, dalam waktu bersamaan, mereka bertemu dengan dishub kabupaten Pasuruan dan pengurus paguyuban angkutan umum.


"Koordinasi ini penting untuk membuat sebuah kesepakatan dalam rangka mempercepat proses penertiban jalur angkutan umum di kota," kata Kadishub Kota Pasuruan, B. Sulistyo Wardono kepada Radar Bromo.

Rapat yang digelar di ruang pertemuan dishub kota itu, hadir Kadishub Kabupaten Pasuruan Hermanto. Termasuk beberapa pengurus paguyuban bus kuning Mojokerto-Pasuruan yang dipimpin Wardhani dan Hartono.

Sulis, demikian kadishub biasa disapa menyatakan, dia sengaja mengundang beberapa pihak yang terkait dengan proses penertiban tersebut. "Utamanya dishub kabupaten. Karena yang dipersoalkan para sopir MPU kemarin, rata-rata adalah trayek daerah yang dikeluarkan pemkab," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sulis meminta pengurus paguyuban bus kuning mau memenuhi tuntutan para awak MPU. "Mereka tidak menginginkan bus kuning mengangkut penumpang Pasuruan-Bangil," jelasnya.

Sempat terjadi diskusi cukup alot. Pasalnya, menurut Ketua Paguyuban Wardhani, justru jalur Bangil-Pasuruan menjadi tempat potensial bagi penumpang mereka. "Seperti juga MPU, kami khawatir larangan itu juga akan mempengaruhi pendapatan bus kuning," jelasnya.

Tapi, pernyataan yang bernada keberatan ini berusaha diklarifikasi oleh Sulis. "Saya paham. Namun kami berharap tuntutan ini bisa dipenuhi demi kebaikan untuk semua. Khususnya penertiban lalu lintas di wilayah kota," tukasnya.

Begitu mendengar penjelasan Sulis, Wardhani, dan rekannya Hartono yang sempat beradu argumen akhirnya berjanji menindaklanjuti imbauan tersebut. "Tapi, kami minta diberi kesempatan membicarakannya bersama pengurus, dan anggota paguyuban lainnya," papar Wardhani.

Permintaan inipun dikabulkan. Karena menurut Wardhani, jika dihitung jumlah pengurus dan anggota paguyuban bus kuning bisa mencapai 300 orang. Jadi tidak mungkin, keputusan itu dilakukan secara sepihak.

Sulis juga berharap, langkah penertiban juga dilakukan dishub kabupaten. Apalagi banyak trayek daerah dari kabupaten yang melanggar batas wilayah sampai ke kota. "Sebelum ada langkah penertiban di kabupaten, bisa-bisa upaya penertiban angkutan umum tidak bisa segera ditindaklanjuti," terangnya.

Langkah koordinasi inipun disepakati. Hermanto berjanji akan mengundang para pengurus paguyuban MPU, maupun trayek daerah mulai dari arah timur, barat, maupun selatan. "Ya kita berharap ada solusi terbaik," tandasnya. (via)


Selengkapnya......

Rabu, 21 Mei 2008

Rekapitulasi Penghitungan Masih Jalan Separo

Tahapan rekapitulasi penghitungan suara masing-masing PPK (panitia pemilihan kecamatan) masih berjalan separo. Sampai kemarin, baru 12 PPK yang menyerahkan hasil rekapitulasinya -secara tertutup dan disegel- ke KPUD Kabupaten Pasuruan.


Senin (19/5), ada delapan PPK telah menyerahkan hasil rekapitulasi. Yaitu PPK Purwodadi, Tutur, Puspo, Wonorejo, Sukorejo, Pandaan, Rembang dan Grati. Sedangkan sampai petang kemarin, ada empat PPK yang menyerahkan rekapitulasi. Yakni PPK Gempol, Pasrepan, Tosari dan Gondangwetan.

Jadi, masih ada 12 PPK yang belum menyerahkan hasil rekapitulasinya. "Terserah semua PPK maunya merekapitulasi kapan. Pokoknya besok (hari ini, Red) semua hasil rekapitulasi sudah ada di KPUD," terang Ketua KPUD Kabupaten Pasuruan M Shodiq.

Sampai dengan kemarin siang, kegiatan di kantor KPUD masih landai-landai saja. Anggota KPUD disibukkan menunggu penerimaan hasil rekapitulasi dari masing-masing PPK.

Ketika disinggung mengenai perolehan suara sementara dari PPK yang masuk ke KPUD, Shodiq mengaku tidak mengetahuinya. "KPUD tidak mengeluarkan data dan perangkaan dalam bentuk apapun. Karena kami belum tahu," katanya.

Semua hasil rekapitulasi bisa diketahui pada Jumat (23/5) mendatang. Nantinya penghitungan itu bakal digelar secara terbuka dan mengundang elemen-elemen tertentu.

"Insyallah setelah salat Jumat, proses rekapitulasi bakal kita laksanakan. Terbuka kok. Kami juga mengundang beberapa elemen. Setelah diketahui hasilnya, esok harinya tanggal 24 Mei, pengumuman resmi akan kami keluarkan," ungkap Sodiq kemarin. (fa)

Selengkapnya......

DAdi Sudah Konvoi Kemenangan

PASURUAN - KPUD Kabupaten Pasuruan belum menetapkan pemenang pilkada Minggu (18/5). Tapi, kemarin (20/5) kubu pasangan Dade Angga - Eddy Paripurna (DAdi) sudah menggelar konvoi kemenangan. Mereka benar-benar yakin perolehan suara DAdi melebihi pasangan Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JuJur) dan Muzammil Syafi’i-Akhmad Zubaidi (JaDi).


Sejak pukul 10.00, massa pendukung dan tim pemenangan DAdi berangkat dari kecamatan masing-masing untuk berkeliling. Ribuan massa pendukung pasangan calon nomor dua itu berkonvoi menggunakan truk, mobil dan sepeda motor.

Tak hanya massa simpatisan. Cabup Dade Angga dan cawabup Eddy Paripurna pun ikut serta dalam show of force itu. Selain berkonvoi, simpatisan dan pasangan DAdi juga melakukan sujud syukur.

Massa dari arah timur bersujud syukur di masjid wilayah Grati. Sedang DAdi dan tim pendukung lainnya melakukan sujud syukur di dua lokasi. Masing-masing di masjid jamik di Pandaan dan masjid jamik Bangil.

Ketika ditemui di masjid jamik Bangil, Dade mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk ekspresi kemenangan setelah berbulan-bulan bekerja keras menjelang pilkada.

Setelah sujud syukur di masjid tersebut, sekitar pukul 13.00 Dade Angga bersama Eddy Paripurna lantas berkonvoi. Dari Bangil menuju lapangan Pohjentrek. Kemarin, Dade mengenakan baju koko putih dan celana hitam. Sedang Eddy memakai baju batik lengan pendek berwarna merah.

Ribuan massa pendukung mereka telah berkumpul di sekitar alun-alun Bangil. Berikutnya, Dade dan Eddy mengendarai mobil secara terpisah. Dade Angga naik mobil Land Cruiser sun roof warna hitam bernopol N 999 DA miliknya. Eddy mengendarai mobil Jeep terbuka warna hijau didampingi pendukungnya.

Sepanjang jalan, Dade dan Eddy menyapa semua masyarakat yang melihat konvoi tersebut. Sambil melambaikan tangan serta mengacungkan dua jari, keduanya menebar senyum.

Kontan, konvoi siang kemarin itu membuat sepanjang jalan Bangil - Pohjentrek macet. Situasi seperti ini sama persis ketika tahapan masa kampanye pasangan calon digelar beberapa waktu lalu.

Sekira pukul 14.00, massa memenuhi lapangan Pohjentrek. Laiknya kampanye, ribuan simpatisan memakai kaos seragam DAdi. Di salah satu mobil simpatisan juga terdapat spanduk bertertuliskan kemenangan DAdi. Bahkan ada salah seorang tim pemenangan yang memboyong keluarga besarnya dalam konvoi tersebut.

Setengah jam kemudian, Dade Angga dan Eddy Paripurna muncul di lapangan yang juga pernah digunakan kampanye masing-masing pasangan calon tersebut.

Sesampainya di sana, Dade dan Eddy disambut antusias para pendukung yang telah menunggunya. Keluar dari mobil, Dade serta Eddy dibopong pendukungnya menuju ke truk trailer yang disulap menjadi panggung di tengah lapangan.

Saat berada di atas trailer, Dade sempat menyampaikan kalimat-kalimat tentang kemenangan yang diraih dari versi DAdi. Namun baru saja dia berbicara, ada sedikit ketegangan antarsimpatisan yang muncul di atas panggung.

Selain DAdi dan tim pemenangannya, juga tampak di atas panggung H Hasyim Asyari (Pohjentrek), Habib Abdullah (Kraton), Gus Muhammad Kholilurohman dan Gus Baharudin Toyib (Sidogiri), KH Syafi’i (Pasrepan), Kiai Muzammil Mahfud (Grati) dan Kiai Malikul Karim (Rejoso).

Dalam orasinya, Dade mengatakan, semua data penghitungan telah terkumpul dan dihitung tim pemenangannya. Menurutnya, hasilnya menunjukkan DAdi mendapatkan suara tertinggi dibanding pasangan lain.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan sujud syukur di beberapa masjid bersama para simpatisan. "Ini takdir dari Allah, kun fayakun. Terima kasih kepada anda semua pahlawan sejati. Karena sudah banyak tenaga, pikiran dan uang yang tersita dalam pilkada untuk mendukung DAdi," kata Dade.
Dia juga mengutarakan, aksi konvoi kemenangan ini tidak bermaksud mendahului keputusan dari instansi yang bersangkutan. "Hasilnya DAdi memang unggul dari pasangan lain. Kita hanya tunggu diumumkan secara resmi saja," tuturnya.

Dade juga berharap agar tidak ada pihak-pihak yang merekayasa data, sebab hasil yang dipegang oleh tim DAdi sudah valid. "Kami sudah mengkroscek ke mana-mana dan memang benar DAdi unggul," terangnya lagi.

Usai menggelar acara puncak di lapangan Pohjentrek, beberapa perwakilan tim pemenangan DAdi bergerak menuju ke kantor KPUD untuk menemui para anggota instansi tersebut. Sementara Dade dan Eddy memilih melanjutkan konvoi ke arah selatan Kejayan lewat depan kantor KPUD bersama pendukungnya.

Selengkapnya......

JuJur Tetap Klaim Unggul

Pasuruan-Sampai kemarin KPUD belum menetapkan siapa pemenang pilkada Kabupaten Pasuruan, Minggu lalu. KPUD tetap baru akan mengumumkan pemenangnya pada Sabtu (24/5). Sampai saat ini hasil perolehan suara sementara masih didasarkan atas klaim dari hasil perhitungan yang dilakukan ketiga pasangan.


Hingga Senin (19/5) petang, tim pasangan JuJur dan DAdi sama-sama mengklaim meraih suara tertinggi. Versi tim JuJur, pasangan ini meraih 244.908 suara (34,57 %), pasangan DAdi meraih 239.075 suara (33,73 %), dan pasangan JaDi meraih 224.711 suara (31,07 %).

Sedangkan versi tim DAdi, pasangan ini meraih 240.972 suara (34,18 %). Pasangan JuJur meraih 238.333 suara (33,81 %). Dan pasangan JaDi meraih 225.583 suara (32,02 %).

Kubu tim JuJur sendiri sampai petang kemarin masih menyatakan unggul dari pasangan DAdi. Anggota tim pemenangan pasangan JuJur, Saeri membenarkan hal tersebut. Dari rekapitulasi yang dilakukannya hingga sore kemarin, pasangan yang dijagokannya itu masih unggul. "Kami tetap unggul. Belum bergeser dari posisi kemarin," katanya saat dihubungi Radar Bromo, kemarin. "Tapi, sifatnya kan fluktuatif," imbuhnya.

Karena itu, saat disinggung hasil rekapitulasi sementara yang dilakukannya, dirinya enggan menyebutkan. "Jangan dululah. Ini kan masih kami hitung," kata lelaki yang juga anggota Komisi A DPRD setempat ini.
Menurut Saeri, keengganannya itu lebih disebabkan langkah rekap ulang yang tengah dilakukan timnya. "Kami rekap ulang semuanya," jelas Saeri. Menurutnya, proses rekapitulasi itu dimungkinkan baru bisa selesai hari ini.

Saeri kembali menyatakan komitmennya untuk mengikuti proses perhitungan yang sedang berjalan ini. "Kita tetap men-support langkah-langkah semua pihak yang terlibat dalam pilkada kali ini," katanya. Termasuk proses perhitungan yang dilakukan KPUD.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada pihak panwas serta kepolisian untuk tetap tegas melakukan tugasnya, seuai tupoksi (tugas pokok dan fungsinya) masing-masing.
Saeri juga kembali mengimbau kepada pada pendukung pasangannya untuk tidak terpancing hal-hal yang bisa merusak kondusivitas daerah. "Kita hormati saja proses yang sedang berjalan saat ini. Tidak perlu terpancing," pungkasnya. (fa/aad)

Selengkapnya......

Senin, 19 Mei 2008

Dadi-JuJUR- JADI bersaing ketat


Pasuruan- Pasangan Dadi dan JuJUR bersaing ketat dalam perolehan suara Pilkada 18 Mei kemarin. MAsing-masing pihak mengklaim unggul tipis dari pasangan yang lain.


Tetapi untuk sementara sampai pada pukul 21.00 WIB kemarin pasangan Dadi unggul 35 % dari pasangan yang lain untuk JUJUR 34 % dan JAdI menguasai 32,56% suara sementara yang masuk samapi saat itu yang diambil berdasarkan laporan dari masing-masing PPK.
Sementara sedikit kekisruhan terjadi di KPUD Pasuruan saat petang kemarin dihentikannya proses penghitungan sementara di KPUD. Karena adanya salah satu pihak yang tidak siap untuk melihat laporan penghitungan sementara mereka yang terus melorot ke urutan bawah.
"seharusnya mereka tidak semena-mena menghentikan penghitungan proses penghitungan sementara ini berdasarkan laporan yang masuk, mereka tampakanya tidak siap menerima kemungkinan kekalahan yang bisa terjadi di kubu mereka." gumam salah seorang pengunjung di KPUD.
Sekian informasi ini disampaikan dari KPUD Pasuruan di Kejayan.(mildman)

Selengkapnya......

Quick Count KPUD Pasuruan Macet Total


Kejayan- Ironis, ditengah informasi tentang hasil Pilkada Kab. Pasuruan yang memang sangat dibutuhkan dengan cepat, ternyata meleset dari harapan. Seluruh jaringan sistem Perhitungan Cepat yang digawangi oleh LPM UMM (Universitas Muhammadiyah Malang)bener-bener bobrok.


Sistem itu yang sedianya berjalan berdasarkan penerimaan SMS dari masing0masing PPS dan PPK pada server yang ada di KPUD Kab. Pasuruan. Ternyata tidak mampu menanganinya dengan handal.
Tim IT KPUD berkilah bahwa SMS yang masuk terlalu banyak, sehingga terjadi overload antrian SMS yang kan masuk pada server.
Meskipun begitu sampai H+1 dari PILKADA Kab. Pasuruan, masih saja belum juga ada hasil yang bisa dirilis dari QouicK KPUD ini.seperti tampak pada link http://kpud-pasuruankab.go.id/pilbup/ . Jadi memang mubadzir dari biaya yang dikeluarkan KPUD untuk sistem ini.
Pun, juga demikian tidak ada respons tanggung jawab dari penyelenggara sistem ini, yakni LPM UMM Malang. Jadi mengapa KPUD masih percaya kepada lembaga yang tidak profesional dan berpengalaman???(mildman)

Selengkapnya......

Tak Akan Ada Pilkada Ulang

Soal adanya sejumlah pemilik hak suara yang namanya tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT), tak akan membuka peluang terjadinya pilkada ulang. "Di manapun juga, kemunculan satu masalah dalam sebuah pelaksanaan pilkada itu tidak akan serta merta menggagalkan proses pemilihan yang dilakukan di seluruh daerah. Baik itu di tingkat kabupaten, kota, ataupun provinsi," kata Asisten I Pemprov Jatim Chusnul Arifin kemarin.


Sekitar pukul 11.30 kemarin, Chusnul melakukan kunjungan langsung ke TPS 03 Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan mewakili Gubernur Jatim Imam Utomo. Rombongan Chusnul didampingi tim Desk Kabupaten yang diketuai Sekda Machmud Rief.

Dalam kesempatan itu, Chusnul ditanya soal kemungkinan munculnya konflik yang bisa memicu tuntutan pilkada ulang. Pasalnya, sebelum hari coblosan, banyak bermunculan masalah yang dianggap rentan konflik. Salah satunya adalah soal adanya ribuan warga yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Chusnul menyatakan, protes serupa juga kerap terjadi di daerah lain yang sama-sama melangsungkan pilkada. Namun, tuntutan warga yang tidak masuk DPT pada saat detik-detik akhir menjelang pemilihan dinilai terlambat.

Dia menjelaskan, sebelum statusnya menjadi DPT, daftar pemilih yang bersifat sementara (DPS) terlebih dulu disosialisasikan terbuka kepada masyarakat. "Tujuannya, untuk memberi kesempatan mereka yang belum masuk segera laporan. Atau mereka yang sudah pindah, atau meninggal tapi tetap masuk DPT juga bisa diubah," jelasnya.

Sayangnya, kesempatan semacam itu disia-siakan. Akibatnya pada menjelang hari-H pemilihan, baru protes tidak masuk DPT. "Padahal, DPT yang sudah disahkan tidak bisa lagi diubah," tegas Chusnul.

Tidak hanya soal protes DPT, tudingan kecurangan pada hitungan hasil pemilihan juga tidak bisa menggagalkan proses pilkada secara keseluruhan. Menurut Chusnul, KPUD akan melakukan pemilahan masalah. Hanya titik-titik khusus yang dianggap bermasalah itulah yang dinyatakan diulang.

"Itupun tidak bisa dilakukan dengan mudah. Sebab, ada proses yang harus dilewati. Jika benar masalah itu bisa dibuktikan, barulah diulang," tegas Chusnul.

Tapi, meski ada peluang untuk melakukan pengulangan perhitungan, ataupun pencoblosan, laki-laki ini berharap tidak sampai terjadi untuk Pilbup Pasuruan yang digelar kemarin.

Setelah melakukan kunjungan keliling ke beberapa TPS mulai dari wilayah Timur di Kecamatan Grati, Winongan, dan Gondangwetan, rombongan Pemprov Jatim meluncur ke KPUD.

Mereka memantau langsung kesiapan KPUD dalam melakukan proses perhitungan suara. Pihak KPUD sendiri menyatakan sudah siap melakukan proses perhitungan cepat melalui pola Quick Real Count, yang difasilitasi oleh LPM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

"Selain metode QRC ini, KPUD juga melakukan perhitungan manual. Untuk akurasi data, KPUD tetap lebih mengandalkan metode perhitungan manual," terang Hari Moerti, salah satu anggota KPUD. (via)


Selengkapnya......

Sabtu, 17 Mei 2008

Tukar Tambah Mobil, Tertipu

GEMPOL - Ada saja cara seseorang untuk menipu. Seperti yang dialami Bulat Prayitno, 35. warga Dusun Karangnongko, Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, mengaku ditipu saat tukar tambah mobil. Karena itu, Senin (12/5) lalu, dia melaporkan peristiwa tersebut ke mapolsek setempat.


Menurut Bulat, peristiwa itu bermula pada awal April lalu. Saat itu, ia didatangi dua terlapor yakni Guntur dan Sukodono. Kepada pelapor, keduanya mengaku warga Pasuruan.

Saat itu, pelaku mengaku tertarik dengan mobil Toyota Kijang milik pelapor. Bahkan, keduanya juga berkeinginan membelinya. "Katanya, istrinya menyukainya," cerita korban dalam laporannya kepada petugas tersebut.

Sayang, keinginan itu tidak langsung disambut oleh korban. Kepada keduanya, korban menolak menjual mobil Kijang dengan nomor polisi N 396 X itu. Namun, ia bersedia jika dibarter (tukar-tambah) dengan mobil Panther yang dipakai kedua pelaku itu.

Kedua pihak pun berunding. Hasilnya, mereka sepakat melakukan tukar tambah. Korban yang melepas mobilnya akhirnya mendapat mobil pengganti dengan plat nomor N 896 X, itu. Mobil yang semula dimilikinya dipakai pelaku.

Awalnya, semuanya berjalan lancar. Namun, masalah muncul beberapa saat setelah transaksi dilakukan. Saat itu, seseorang yang mengaku sebagai pemilik mobil Panther mendatangi rumah korban. Bukan hanya itu, ia juga memaksa membawa mobil yang baru beberapa saat dikuasai di tangan korban tersebut.

Korban pun gelagapan. Saat itu juga, ia sadar dirinya baru saja menjadi korban penipuan. Korban pun mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 36 juta. Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkannya ke polisi.

Kapolres Pasuruan AKBP Setyo Boedi MH, saat dikonfirmasi melalui Kasatreskrim AKP M. Naseh membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, modus yang dilakukan para pelaku tergolong baru dalam hal penipuan.

Karena itu, dalam kesempatan kemarin, Kasat mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi. "Terutama, kepada orang-orang yang baru dikenal," pesan Kasat. (aad)

Selengkapnya......

CPNS Dapat Rapelan, Pemkot Sediakan Rp 1,73 M

PASURUAN - Setelah PNS Kota Pasuruan digerojok dana rapelan kenaikan gaji. Kini, 303 CPNS setempat ikut ketiban rezeki yang sama. Kemarin, pemkot mencairkan anggaran Rp 1,73 miliar untuk rapelan gaji susulan CPNS hasil rekrutmen tahun 2006 itu.



"Mereka dinyatakan patut menerima gaji susulan karena pengangkatan sebagai CPNS sudah terhitung sejak Februari lalu," kata Budi Widayat, Kabag Keuangan didampingi Kahumas M. Ichwan Chairat kepada Radar Bromo.

Disebut sebagai gaji susulan, menurut Budi Widayat karena setelah diangkat, gaji yang diterima para CPNS masih terhitung gaji karyawan kontrak. Sehingga, ada selisih gaji yang belum mereka terima setelah statusnya berubah menjadi CPNS.

Selisih itulah yang kemudian dicairkan dalam bentuk gaji susulan. Besarannya disesuaikan dengan golongan masing-masing CPNS. Data yang diperoleh Radar Bromo di di bagian keuangan menyatakan, ada 83 orang dalam golongan I. Untuk Golongan II, dan Golongan III, masing-masing berjumlah 162 orang, dan 58 orang.

Budi sendiri tidak bisa menyebut secara rinci berapa anggaran yang dikeluarkan pemkot untuk CPNS di tiap golongan. Hanya saja, dia menyatakan gaji susulan bagi CPNS itu terhitung mulai bulan Februari sampai Mei saat ini.

Keputusan pemkot untuk mencairkan dana rapelan bagi CPNS itu disikapi beberapa orang sebagai rezeki tidak terduga. Khoirul misalnya, salah satu CPNS yang saat ini ditempatkan di bagian humas menyatakan hampir tidak mengira bakal dapat rapelan gaji tersebut.

"Kalau kabarnya memang sudah lama dengar. Namun, setelah cukup lama tidak juga cair akhirnya memilih pasrah saja. Eh, nggak tahunya cair juga," ungkap Irul, panggilan CPNS yang tinggal di Jl. Dr Wahidin Selatan ini.

Itu sebabnya, begitu dikabari menerima rapelan gaji susulan tersebut dia mengaku terkejut. Apalagi, saat itu Irul sedang tidak ngantor karena harus mengikuti kegiatan pra jabatan bersama 303 CPNS lainnya di Malang.

Sementara, Sekda Setyono yang dihubungi terpisah mengungkapkan, pemkot memang cukup hati-hati dalam mencairkan dana rapelan tersebut. Sebab, mereka tidak mau terjebak dengan pelanggaran aturan seperti yang pernah terjadi di lingkungan depag beberapa waktu lalu.

"Kalau cantolan peraturannya jelas, dan kuat kita juga tidak akan menahan-nahan rapelan gaji susulan untuk CPNS. Wong itu sudah menjadi hak mereka. Jadi, tidak ada niat pemkot untuk sengaja memperlambat proses pencairan tersebut," tegas Setyono. (via)

Selengkapnya......

Jumat, 16 Mei 2008

Jelang Pilbup Pasuruan, Pak Yus Masuk RS

PASURUAN - Menjelang coblosan pilkada Kabupaten Pasuruan pada Minggu (18/5), muncul berbagai spekulasi tentang kesehatan Bupati Jusbakir Aldjufri yang juga calon bupati dari PKB. Diduga, kesehatan calon incumbent itu drop karena sejak kampanye putaran tiga (8/5) tak pernah tampil di depan publik.


Sepanjang hari kemarin, beredar SMS mengenai kondisi Jusbakir. Bahkan, ada yang menyatakan dia berobat ke Singapura sebagai upaya untuk sembuh guna kembali memimpin Pasuruan. Namun, beberapa orang dekat Jusbakir membantah kabar pengobatan ke Singapura tersebut.

"Siapa bilang Bapak (Jusbakir) di Singapura? Itu tidak benar. Bapak hanya check-up kesehatan di Jakarta. Beliau sehat kok. Mungkin besok (Jumat hari ini) sudah kembali dan Sabtu bisa bertemu masyarakat lagi," tegas Mulyono, salah seorang ajudan bupati, kepada Radar Bromo kemarin (15/5).

Tadi malam juga sempat muncul kabar bahwa Jusbakir dirawat di RS Budi Kemuliaan, Jakarta. Tapi, dari pengecekan yang dilakukan wartawan Jawa Pos, tak ada nama tersebut.

Berbagai isu tentang kesehatan Abah Jus -panggilan Jusbakir Aldjufri- beredar luas di masyarakat. Ada yang menyebut penyakit jantungnya kambuh lagi hingga sampai dibawa ke Singapura. Ada pula yang menyatakan sakit saluran pernapasan hingga sakit pada pergelangan kaki. Juga, ada yang menyebut mulai diserang kanker.

Isu itu mulai beredar ketika Jusbakir bolak-balik harus menjalani check-up di rumah sakit. Kondisi kesehatan mantan wakil bupati periode 1998-2003 tersebut mulai fluktuatif pasca penyerahan bantuan banjir dan peresmian perpustakaan di Gondang Wetan, awal April lalu.

Kondisi dia membaik lagi ketika pendaftaran calon pada pertengahan April lalu serta pengundian nomor calon pada akhir April lalu. Bahkan, saat pengundian nomor urut calon, Jusbakir terlihat segar bugar di kantor KPUD di Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Dia pun sempat menginterupsi ketika anggota KPUD Zainal Abidin memberikan alternatif pilihan untuk pengundian nomor urut.

Setelah itu, 1 Mei ketika berkampanye visi-misi di gedung DPRD, Jusbakir tidak hadir. Dia izin berobat ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Izin tersebut dibacakan di hadapan para anggota dewan oleh Ketua KPUD H M. Shodik dan ditandatangani dokter yang memeriksa.

Namun, sehari setelah itu, Jusbakir berusaha datang untuk kampanye perdana JuJur (Jusbakir-Joko untuk Rakyat) di Lapangan Mlaten, Gempol. Dia memang dalam masa penyembuhan. Saat hadir dalam acara kampanye tersebut, di tangannya masih terlihat plester bekas infus.

Begitu pula ketika kampanye kedua JuJur. Jusbakir juga menyapa puluhan ribu simpatisannya di Lapangan Warungdowo, 5 Mei lalu. Giliran kampanye ketiga (8/5) dan keempat (11/5), Jusbakir absen.

Salah satu tim pemenangan JuJur, Saeri Abdul Djalil, mengatakan tidak tahu persis soal sakit yang dialami calonnya. Namun, kabar terbaru dikatakan Saeri bahwa Jusbakir sudah sehat dan siap untuk menyapa rakyat Pasuruan lagi pada Sabtu (17/5) besok. "Tadi siang saya ditelepon Abah sendiri. Saya dengar suaranya sudah bersih sekali. Seperti sudah sehat sedia kala," tegas Saeri tadi malam.

Problem sakitnya Jusbakir itu juga sempat dikonfirmasikan Radar Bromo ke Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Nanang Hari P. Nanang juga dipercaya sebagai dokter pribadi Jusbakir. "Kalau persoalan medis, saya tidak bisa mengatakan. Ini menyangkut kode etik kami di kedokteran. Kecuali, ada izin yang bersangkutan atau diminta pengadilan, baru bisa," jelas dr Nanang ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Pada 2006, Jusbakir memang pernah operasi jantung. Jantung sebelah kanan dipasangi ring. Penyakit itu diindikasi karena Abah Jus (panggilan akrab Jusbakir) dikenal sebagai perokok berat.

Apakah jantungnya yang kambuh? Mulyono menjelaskan, Jusbakir tidak memiliki masalah dengan jantung. "Jantung bapak nggak ada masalah. Setahu saya, yang jadi masalah adalah kaki. Bapak pernah terpeleset di pendapa, waktu lantai basah habis banjir Pasuruan dulu," ungkapnya.

Radar Bromo tadi malam mencoba meminta penjelasan dari Yusuf Danial. Anak tertua Jusbakir Aldjufri itu menyatakan bahwa kondisi bapaknya sehat-sehat saja. "Alhamdulillah, bapak sehat. Saya akui banyak SMS aneh-aneh pada bapak. Tapi, alhamdulillah bapak sabar dan saat ini sehat," tegas Deni, panggilan Yusuf Danial.

Tentang isu Jusbakir diperiksa di Singapura? Deni juga membantahnya. "Bapak hanya diperiksa di Jakarta. Kalau di Singapura, itu hanya isu. Bapak sehat. Insya Allah, besok (Jumat hari ini) sudah kembali ke rumah," jelasnya.

Pemilihan bupati Pasuruan yang dilangsungkan Minggu (18/5) diikuti tiga pasangan. Selain Jusbakir, ada dua calon lain, yakni Muzamil Syafii-Ahmad Zubaidi yang dicalonkan Golkar, PAN, dan PPP serta pasangan Dede Angga-Edi Paripurna yang dicalonkan PDIP dan sejumlah partai kecil. (day/tof)

Selengkapnya......

Rabu, 14 Mei 2008

Perampok Beraksi di Pasrepan

PASURUAN - Aksi perampokan juga terjadi di Pasuruan. Selasa (13/5) sekitar pukul 02.00, rumah Sanan, 35, di Dusun Tegal Rejo, Desa Petung, Kecamatan Pasrepan disatroni kawanan perampok. Setelah melukai Sanan, kawanan itu menggasak sebuah sepeda motor, perhiasan dan uang tunai. Total kerugian material yang dialami Sanan diperkirakan mencapai Rp 11 juta.


Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, dini hari itu Sanan tidur di salah satu kamar rumahnya bersama istrinya, Adaya, 22, dan putranya, Mat Arif, 3. Kawanan pelaku terdiri atas enam orang itu masuk rumah melalui pintu depan yang berhasil dicongkel.

Berisik suara kawanan itu di ruang tamu membangunkan Sanan. Dia pun memberanikan diri keluar. Di ruang tamu, Sanan mendapati enam orang tak dikenal. Selain membawa senjata tajam, mereka juga mengenakan penutup kepala.

Sadar kawanan itu hendak berbuat jahat, Sanan melawan. Tapi, para pelaku malah jadi beringas. Mereka membacok Sanan. Keributan itu membuat Adaya terbangun. Sambil menggendong putranya, Adaya, keluar kamar. Dia terkejut saat mendapati darah segar keluar dari telinga dan kepala suaminya itu.

Sementara, begitu melihat istri Sanan, kawanan pelaku kembali beraksi. Salah satu pelaku menyambar Mat Arif dari gendongan Adaya dan menyanderanya. Bocah itu diikat dengan menggunakan kain gorden.

Selanjutnya, Sanan dan istrinya hanya bisa pasrah ketika para pelaku minta ditunjukkan tempat penyimpanan harta-bendanya. Kawanan itu pun seakan berpesta pora. Mereka membawa sepeda motor Kharisma nopol N 5963 TY. Lalu, menggasak dua pasang anting, dua emas, satu buah arloji, selembar sarung, serta uang tunai senilai Rp 850 ribu. Diperkirakan, kerugian mencapai Rp 11 juta lebih.

Kapolres Pasuruan AKBP Setyo Boedy MH saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP M. Naseh mengaku sudah mendengar kasus yang menggemparkan itu. "Kami masih coba selidiki," katanya saat ditemui sesaat sebelum menuju ke TKP.

Sedangkan Kapolsek Pasrepan AKP Budianto menyatakan sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang melibatkan tim dari Polres. Namun, saat ini dia enggan menyebutkan lebih detil terkait kemungkinan para pelaku. Apakah aksi itu dilakukan oleh orang-orang baru atau aktor lama. Sebab, aksi yang terjadi menjelang subuh itu berlangsung dalam tempo cepat.

Hanya dirinya menegaskan bahwa peristiwa itu murni perampokan. "Awalnya kan memang mau mencuri ramai-ramai. Karena ketahuan, akhirnya melukai," jelasnya. (aad)

Selengkapnya......

Tetapkan Hari Libur saat Coblosan

PASURUAN - Usaha KPUD untuk mendapatkan ketegasan agar hari coblosan, Minggu Legi (18 Mei) nanti sebagai hari libur sudah direspons Pemkab Pasuruan. Kemarin, surat dari Pemkab yang ditandatangani Sekda Kabupaten, Mahmud Rief (atas nama Bupati) telah diterima pihak KPUD.


Surat bernomor 055/82/424.068/2008 ini ditujukan pada semua perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Surat jawaban pihak Pemkab ini menyusul surat permintaan yang dilayangkan KPUD bernomor 277/347/424.105/2008 tertanggal 25 April 2008 lalu.

"Demi demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu Bupati dan wakil bupati 2008, kami mengimbau pada perusahaan saudara untuk menjadikan hari Minggu, 18 Mei 2008 sebagai hari libur," demikian beberapa kutipan dalam surat Pemkab itu.

Pihak KPUD sendiri merasa bangga ada kejelasan soal ini. Sebab, selama ini banyak pertanyaan yang dilayangkan terutama dari pihak karyawan pabrik, bahwa meski hari Minggu, sebagian karyawan di Kabupaten Pasuruan tetap masuk kerja. "Dengan surat imbauan ini, saya rasa sudah ada kejelasan dari pihak perusahaan dan karyawan bahwa hari Minggu, 18 Mei, hari coblosan itu adalah hari libur," tegas Zaenal Abidin, usai menerima surat dari Pemkab itu. (day)

Selengkapnya......

DAdi Datangi Kejaksaan

PASURUAN - Masa kampanye Pilkada Kabupaten Pasuruan berakhir. Kemarin pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) menjadi penutupnya. Pasangan ini tidak hanya dengan mengadakan pertemuan dengan massa, tapi juga mendatangi kejaksaan untuk menyerahkan surat pernyataan siap tidak melakukan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).


Kampanye DAdi dipusatkan di tiga titik. Yakni, di alun-alun Bangil, Warungdowo Pohjentrek dan lapangan Purwodadi. Di alun-alun Bangil, puluhan ribu simpatisan berkumpul dari beberapa wilayah. Mulai dari Kalianyar, Kalirejo, Satak, Kauman, maupun Kersikan Bangil.

Sejak pagi pukul 08.00, aksi konvoi itu sengaja dilakukan dengan memutari kawasan alun-alun Bangil. Mereka berhenti di alun-alun hampir satu jam untuk menunggu kedatangan pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna yang dikawal ribuan simpatisan dari wilayah Barat. Mulai Pandaan, Sukorejo, Prigen, Gempol dan Beji.

Setelah bertemu dengan dua jagonya, massa lantas mengawal pasangan yang diusung PDIP dan gabungan partai-partai yang terkenal dengan nama Perisai (Persatuan Islam-Nasionalis). Mereka menuju ke kantor Kejaksaan Negeri Bangil di Jl Dr Soetomo.

Di kantor Kejari ini, sempat terjadi kemacetan cukup lama di ruas jalan raya utama Bangil. Ini karena simpatisan DAdi meluber hingga menguasai badan jalan. Mereka menunggu pasangan calonnya yang menyerahkan surat pernyataan untuk tidak KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) jika dipercaya menjadi bupati dan wabup Pasuruan.

"Dalam kaitan amanah Undang-Undang, izinkan kami untuk menyerahkan kebulatan tekad kami untuk tidak melakukan KKN jika kami dipercaya masyarakat Kabupaten Pasuruan dalam Pilkada 2008 ini," ujar Dade Angga, usai menyerahkan surat penyataan itu ke kantor Kejari.

Surat pernyataan bermaterai Rp 6.000 itu diterima Kasi Pidana Umum (Pidum), Sucipto disaksikan Kasat Reskrim Polres AKP M Naseh, dan Kapolsek Bangil AKP Taufiq Hidayat. Sucipto kemarin mewakili Kajari Adi Sutanto yang izin karena menghadiri acara di Surabaya.

Setelah menyerahkan surat tersebut, pasangan DAdi diarak menuju lapangan Warungdowo, Pohjentrek. Di sana, ribuan massa dari wilayah timur mulai Rejoso, Grati, Nguling dan Winongan pimpinan H Abubakar (Ayub) sudah menunggu. Jadilah, lapangan Warungdowo mengalami kemacetan untuk beberapa saat.

Di lapangan itu simpatisan DAdi tidak saja disuguhi orasi dan dangdutan. Mereka juga diminta membacakan salawat bersama yang dipimpin KH Tohari (Pasprepan), Gus Badrus Sofi (Rembang) dan Habib Abdullah (Karangketug Kraton).

Selain itu, di panggung kehormatan tampak terlihat beberapa tim sukses dan relawan, seperti Sutar, Sutrisno, Nadir Basyuaib (ketua PKS), dan juga Abubakar Asyegaaf.

Dalam orasinya, Dade Angga menegaskan jika dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Pasuruan lagi, para investor akan siap menamamkan modalnya di wilayah ini. "Bapak (cara Dade menyebut dirinya sendiri, Red) sudah dikontak banyak investor dalam dan luar negeri. Katanya begini, kalau Pak Dade jadi Bupati lagi, kami siap masuk ke Pasuruan," tegas Dade disambut tepuk tangan riuh simpatisannya.

Dade juga mengingatkan serangan fajar yang bisa saja muncul. "Bapak-ibu harus waspada setiap malam. Terutama H-1. Kalau ada orang yang memberi sesuatu dengan dalih agar mencoblos pasangan calon, maka tangkap dia dan serahkan kepada aparat keamanan," tegasnya.

Lain halnya dengan orasi Cawabup Eddy Paripurna. Eddy lebih menekankan pada sikap demokratis jika nanti bisa mendampingi Dade Angga. "Kalau kami terpilih, maka setiap bulan, kami akan siap menerima rakyat di Pendapa Kabupaten," janjinya.

Di sela-sela orasi, juga disisipi pengundian hadiah empat sepeda motor dan beberapa sepeda mini. Dua motor diundi di lapangan Warungdowo, dan dua lainnya di lapangan Purwodadi. Setelah konsentrasi di Warungdowo, ribuan simpatisan DAdi berkonvoi ke acara terakhir di lapangan Purwodadi. (day/fa)

Selengkapnya......

Gempa Tiongkok Tembus 12.000 Korban Jiwa


DUJIANGYAN - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Tiongkok sudah menembus angka 12.000 jiwa. Sementara ribuan orang belum diketahui nasibnya dan 3,5 juta rumah rusak berat sehari setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter itu mengguncang Provinsi Sichuan Senin (12/5) siang waktu setempat.


Jumlah korban tewas itu menjadikan gempa Sinchuan sebagai bencana alam terdahsyat di Tiongkok dalam tiga dekade terakhir. Gempa terparah sebelumnya terjadi pada 1976 di Tangshan, Tiongkok Timur Laut, yang menewaskan 300.000 orang.

Media milik pemerintah Xinhua News Agency menyebutkan, jumlah korban tewas 12.000 jiwa hanya di Provinsi Sichuan. Diperkirakan, masih ada sekitar 18.645 orang yang terkubur reruntuhan bangunan di Mianyang, kota terdekat dengan pusat gempa. Media lokal The Sichuan Daily melaporkan dalam situsnya, 26.000 orang terluka dan tertimbun reruntuhan bangunan di kota Mianyang. Jumlah korban tewas dan luka itu dikhawatirkan bisa mencapai dua kali lipat karena beberapa daerah di pinggiran Sichuan yang juga hancur akibat gempa belum terjangkau regu penolong.

Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao yang sudah berada di lokasi bencana sejak Senin malam terus berkeliling memantau kerja tim penyelamat korban. Orang kuat nomor dua di Tiongkok itu selalu membungkuk tiga kali (sebagai tanda berduka) di hadapan mayat yang telah dikeluarkan dari reruntuhan.

Bersama PM Wen, para petugas penolong dan tentara yang dikerahkan pemerintah bekerja siang dan malam mengangkat mayat-mayat dari sekolah, pabrik, dan rumah yang hancur. "Tidak satu menit pun boleh disia-siakan," kata Wen seperti terlihat dalam tayangan televisi. "Satu menit, satu detik, bisa berarti satu nyawa anak-anak," tegasnya. Hujan yang mengguyur sebagian Sichuan kemarin membuat gerak regu penolong untuk menyelamatkan korban yang masih di reruntuhan agak terhambat.

Sementara itu, Presiden Tiongkok Hu Jintao menegaskan, persoalan gempa akan menjadi prioritas pemerintahnya. Berbicara pada rapat Politbiro, dia mengatakan telah memerintahkan pengerahan segala upaya untuk menolong yang terluka.

Menyusul komitmen petinggi pemerintah, Wakil Menteri Urusan Sipil Luo Pingfei mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana 360 juta yuan (Rp 479,964 miliar) untuk proses evakuasi korban di luar program recovery kota-kota di wilayah Sinchuan. Segera setelah gempa terjadi, Luo Pingfei menyebutkan 60.600 tenda langsung dikirimkan ke lokasi bencana. Dari data pemerintah, korban tewas sudah mencapai 11.921 jiwa.

Kawasan terparah, dari laporan yang diterima pemerintah, adalah Wenchuan, wilayah perbukitan dengan 112.000 penduduk yang berjarak 100 km dari Chengdu, ibu kota Sichuan. Sekitar 900 orang terkubur di bangunan tiga lantai yang hancur di Dujiangyan, Sichuan. "Di sebuah bangunan sekolah di Dujiangyan, di antara 420 siswa yang bersekolah, yang selamat tidak sampai 100 anak-anak," tulis Xinhua.

Hingga tadi malam, belum ada kabar dari tiga kota praja di kawasan otonomi Beichuan Qiang. Sinchuan merupakan salah satu daerah paling dekat dengan pusat gempa. Diperkirakan lebih dari 7.000 orang tewas. "Bangunan hancur mencapai 80 persen," ungkap televisi Sinchuan. Beichuan berpenduduk 161 ribu jiwa yang berarti satu di antara setiap 10 orang di tempat itu cedera atau tewas.

Selain mendatangkan nestapa ke seluruh Tiongkok, bencana gempa Senin (12/5) memberikan beberapa hikmah. Salah satunya adalah meredanya perseteruan antara pemerintah Tiongkok dan pemimpin simbolis perlawanan Tibet, Dalai Lama. Dari pengasingan, pemimpin spiritual Tibet itu menyampaikan rasa belasungkawa bagi para korban gempa bumi di Tiongkok. "Saya memanjatkan doa bagi mereka yang tewas dan cedera dalam bencana gempa bumi di Tiongkok," kata Dalai Lama.

Hubungan Dalai Lama dan pemerintah Tiongkok sempat memanas setelah Dalai Lama dituduh berada di balik kerusuhan Tibet bulan lalu yang menuntut kemerdekaan. Dalai Lama membantah semua tuduhan itu. Dia menjelaskan bahwa yang diinginkannya adalah mendukung otonomi penuh bagi warga Tibet di bawah pemerintahan Tiongkok, bukan kemerdekaan.

Mengikuti sikap pemimpinnya, parlemen Tibet di pengasingan menggelar persembahyangan khusus di kantor pusatnya di Dharmsala, India Utara. "Dalam masa tragedi nasional Tiongkok ini, perhatian kami tertuju kepada saudara-saudara kami rakyat Tiongkok. Kami mendoakan semoga rakyat Tiongkok segera pulih dari bencana dan kesulitan yang dialami," pernyataan parlemen Tibet.


Hikmah

Selain melunaknya sikap kelompok perlawanan Tibet, bencana gempa menguji kemampuan pemerintah Tiongkok dalam menangani bencana alam dahsyat, padahal hajatan besar Olimpiade tinggal dua bulan lagi. "Olimpiade merupakan simbol penting bagi upaya Tiongkok untuk mengukur kemampuan dirinya dengan negara-negara lain di dunia," kata Roger Des Forges, ahli sejarah Tiongkok dari Universitas Buffalo, Amerika Serikat.

Panitia Olimpiade memastikan bahwa gempa bumi dahsyat di kawasan barat daya tidak sampai merusak 31 infrastruktur Olimpiade di Beijing, termasuk Stadion "Sarang Burung" (Bird’s Nest) yang baru dibangun dengan anggaran USD 40 miliar. "Lokasi-lokasi penyelenggaraan Olimpiade tidak terpengaruh oleh gempa bumi tersebut," kata Sun Weide, juru bicara panitia pelaksana Olimpiade Beijing.

Seorang insinyur Stadion "Sarang Burung", Li Jiulin, mengatakan bahwa sarana tersebut mampu menahan guncangan gempa hingga berkekuatan 8 pada skala Richter. "Kami sudah mempertimbangkan faktor gempa saat bangunan-bangunan tersebut dibuat," klaim Sun. (AP/CNN/Rtr/kim)

Selengkapnya......

Senin, 12 Mei 2008

Manchaster United Jawara Inggris

--------------------------------------------------------------

LONDON - Manchester United (MU) akhirnya menahbiskan diri sebagai juara Premier League 2007/2008 di laga pemungkas. Kepastian itu diraih MU berkat kemenangan 2-0 (1-0) atas tuan rumah Wigan Athletic di JJB Stadium tadi malam WIB. MU pun sukses mengungguli rival utamanya, Chelsea.


Kebetulan, di Stamford Bridge, Chelsea justru dipaksa bermain draw 1-1 (0-0) oleh tamunya, Bolton Wanderers. Di klasemen akhir musim, MU finis dengan 87 poin dari 38 pertandingan. Sementara Chelsea harus puas sebagai runner-up dengan 85 poin.

Bagi MU, gelar musim ini adalah koleksi ke-17 sepanjang sejarah di level teratas sepak bola Inggris. Berarti, The Red Devils kini hanya berselisih satu gelar dengan Liverpool sebagai tim tersukses di daratan Inggris. Sementara, khusus di era Premier League yang mulai digulirkan pada musim 1992/1993, MU telah 10 kali menjadi yang terbaik dan semuanya di bawah kepelatihan Sir Alex Ferguson.

Satu lagi prestasi MU adalah tim yang paling sering mencatat back to back (juara dua kali beruntun), yakni enam kali. Kali terakhir MU meraih back to back adalah pada 1999-2001. Dalam laga di JJB, Cristiano Ronaldo membuka kemenangan The Red Devils pada menit ke-33. Gol pemain asal Portugal itu dicetak lewat titik penalti yang diberikan wasit Steve Bennett. Sebelumnya penyerang MU, Wayne Rooney, dilanggar Emerson Boyce di kotak terlarang.

Ronaldo pun makin memantapkan statusnya sebagai top scorer Premier League musim ini dengan 31 gol (dari 34 laga). Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Meski sudah unggul, MU tidak menurunkan tekanan di babak kedua. Apalagi, Chelsea juga mencetak gol di Stamford Bridge pada menit ke-62 lewat Andriy Shevchenko.

Mengetahui Chelsea mencetak gol, pelatih MU Sir Alex Ferguson melakukan pergantian pemain. Paul Scholes yang sudah mengantongi kartu kuning diganti Owen Hargreaves yang lebih bugar. Park Ji Sung di sektor winger kiri juga ditarik keluar dan digantikan Ryan Giggs.

Masuknya Giggs terbukti efektif. Pada menit ke-80, pemain senior MU itu menggandakan kemenangan timnya setelah memanfaatkan umpan Rooney. Gol tersebut disambut luar biasa karena pemain 33 tahun asal Wales itu menyamai rekor Sir Bobby Charlton sebagai pemain yang paling sering tampil dengan kostum MU, yakni 758 kali.

"Sepanjang musim kami tampil luar biasa dan saya pikir kami menjadi juara karena memiliki skuad tangguh, konsisten, dan kebersamaan," ujar Ronaldo menjelang prosesi penyerahan trofi juara Premier League, sebagaimana dikutip Goal.

Sementara di Stamford Bridge, Chelsea yang tampil dengan kostum baru (untuk musim 2008/2009), justru tidak dinaungi keberuntungan. Sebelum pertandingan, Chelsea tidak bisa memainkan defender Ricardo Carvalho karena cedera punggungnya belum sembuh.

Saat pertandingan, giliran defender sekaligus kapten tim Chelsea, John Terry, harus meninggalkan lapangan pada menit ke-10 karena bertabrakan dengan rekannya, Petr Cech. Ketidakberuntungan Chelsea mencapai puncaknya ketika di menit ke-90 atau di penghujung pertandingan, Bolton menyamakan kedudukan via gol Kevin Davies. "Hasil yang sangat menyakitkan. Tapi, kami masih punya kans di ajang berikutnya," kata Avram Grant, pelatih Chelsea, sebagaimana dikutip Sportinglife.

Grant benar. Persaingan United dan Chelsea di Premier League adalah sekuel pertama. Persaingan berikutnya yang dimaksud pelatih asal Israel itu alias sekuel kedua adalah bentrok di final Liga Champions 2007/2008 pada 21 Mei nanti di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia. (dns/iro)


Selengkapnya......

PKB Hanya Dukung JuJur

================================================================================
PANDAAN - Masa kampanye Pilkada Kabupaten Pasuruan 2008 memasuki putaran akhir. Kemarin (11/5), pasangan cabup-cawabup yang diusung PKB, yakni Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JuJur), melakukan kampanye terakhirnya di lapangan SMAN 1.

Kubu JuJur benar-benar mengerahkan kekuatannya dalam kampanye kali terakhir kemarin. Mulai pukul 06.00 kampanye sudah dimulai dengan konvoi bersama dan jalan sehat. Di daerah-daerah seperti Nguling, Lekok, Grati, Gempol, Winongan, Rejoso, Purwodadi, digelar juga kampanye dengan menghadirkan juru kampanye lokal.

Puncaknya, sekitar pukul 11.00, puluhan ribu pendukung JuJur tumplek blek di lapangan SMAN 1 Pandaan. Setelah sempat mampir di Sidogiri, Sekjen DPP PKB Yenny Zanuba Chafsoh hadir langsung dalam kampanye JuJur di lapangan SMAN 1 Pandaan itu.

Saat itu tampak hadir juga beberapa tokoh, seperti Gus Mujib Imron, Kiai Abdullah Siraj, dan para kiai lain yang mendukung JuJur. Tak ketinggalan Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan Faidillah Nasor, dan beberapa kader parpol pendukung JuJur.

Namun, dari pasangan JuJur kemarin yang tampak hanya cawabup Joko Cahyono. Sedangkan cabup Jusbakir Aldjufri tak tampak hadir. Menurut salah seorang tim sukses JuJur, Jusbakir kemarin tengah berbagi tugas kampanye di daerah lain dengan para kiai.

Sementara, meski hadir hanya belasan menit, Yenny Zanuba sempat berorasi. Dia menyerukan agar masyarakat ikut mendukung pasangan JuJur dalam Pilkada Kabupaten Pasuruan 18 Mei mendatang.

Sudah saatnya, kata wanita yang kerap disapa Yenny Wahid itu, masyarakat bisa melihat kualitas kepemimpinan para calon. "Kita semua membutuhkan pemimpin yang jujur, yang bisa mendengar penderitaan rakyatnya," ujar Yenny di hadapan massa.

Dalam kesempatan ini Yenny juga menyampaikan salam ayahandanya, Gus Dur dan ibundanya Shinta Nuriyah, kepada masyarakat di Pasuruan. Gus Dur tak bisa hadir ke Pasuruan karena harus menerima penghargaan di Amerika, atas perjuangan penegakan Islam yang cinta damai.

Selanjutnya, Yenny berpesan bahwa calon pemimpin harus memperhatikan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya. "Maka mari sukseskan pilkada ini demi masa depan rakyat Kabupaten Pasuruan ke depan. Masyarakat harus bekerja keras memenangkan pasangan nomor satu," ujar Yenny yang kemarin mengenakan kebaya warna merah marun.

Yenny lantas menegaskan bahwa, semua orang sudah paham bahwa pasangan JuJur didukung penuh oleh PKB dan Gus Dur. "Jangan lupa ya bapak-bapak ibu-ibu dan semua yang hadir di sini. Coblos yang brewokan, coblos nomor satu," teriak Yenny.

Tak lama kemudian Yenny berpamitan dan meminta maaf karena harus segera meninggalkan arena kampanye. Dia harus segera meluncur ke Juanda untuk terbang kembali ke Jakarta.

Kepada wartawan, ia menyatakan harus segera ke Jakarta untuk menghadiri rapat guna menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Saat ditemui usai melakukan kampanye, Yenny mengaku benar-benar tak punya banyak waktu.

Demikian pula, ketika ditanya mengenai keputusan DPP terkait sikap dua kader PKB Muzammil Syafi’i dan Akhmad Zubaidi yang kini juga nyalon dalam Pilkada Kabupaten Pasuruan. Yenny tak banyak berkomentar. "Yang jelas DPP hanya merekomendasi satu pasangan saja (JuJur)," katanya sambil berlalu.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan juga tak terjawab. Seperti pertanyaan kelanjutan masalah Gus Dur versus Muhaimin maupun soal nasib para kader FKB di DPRD Kabupaten Pasuruan yang mbalela. "Maaf saya harus cepat-cepat ke Jakarta supaya tidak terlambat. Jam satu siang ini saya harus sudah berada di bandara," jawab Yenny kalem, kemudian masuk ke dalam mobil Alphard warna hitam yang ditumpanginya.

Sementara itu, kepergian Yenny bukan berarti kampanye bubar. Jurkam Gus Mujib Imron ikut berorasi dan mengingatkan masyarakat agar tak terpengaruh oleh pihak luar. "Waspada dengan strategi yang dilancarkan calon-calon lain. Kalau diberi ya ditampani saja, tapi jangan lupa coblosnya nomor satu," jelasnya. (fa)

Selengkapnya......

Sabtu, 10 Mei 2008

Piala Gubernur 2008:Persekabpas Hadapi Tim Mapan

PASURUAN - Undian jadwal liga Jatim Piala Gubernur 2008 akhirnya ditentukan. Skuad Persekabpas diputuskan berada di grup III yang bertanding di Stadion Brawijaya, Kediri. Tim kebanggaan publik Pasuruan ini harus menghadapi tim-tim mapan, seperti Persema, PKT Bontang dan tuan rumah Persik Kediri.
==============================================================================


Prosesi undian itu kemarin malam dihadiri dua anggota Tambah Gambarim 11 Persekabpas, Ghufron dan M. Zein Alydrus. Prosesi itu dilakukan di Hotel Sahid, Surabaya. Dari drawing itu diputuskan, liga Jatim musim ini diikuti 12 peserta. Dari jumlah itu dimeriahkan 4 tim tamu yakni, PKT Bontang, Mitra Kukar, PSM Makasar dan Persisam Samarinda.

Ke-12 tim ini kemudian dibagi dalam tiga grup. Grup I bertanding di Stadion Kanjuruhan Malang, grup II di gelora 10 Nopember Surabaya dan grup III di Stadion Brawijaya Kediri. "Kalau dibilang grup maut, saya rasa semua tim di grup yang berbeda semuanya maut," ujar M. Zein Alydrus, anggota tim 11 dari unsur pelatih saat ditemui di Stadion R Soedrasono, Pogar Bangil, sore kemarin.

Saat ini, Persekabpas masih seleksi sebanyak 42 pemain. Di antara mereka ada lima legiun asing. Mereka adalah Udie Mathias (libero), Bingana (gelandang), Bidias Samuel (stopper), Toure Ibrahim (striker), dan Loubaki Ferdin (gelandang serang). "Hanya mungkin yang kita daftarkan ke piala Gubernur nanti sementara sebanyak 22 pemain. Ini berdasarkan pantauan dan hasil seleksi sementara dari tim 11," tegas Arif Mashudi, salah satu anggota tim 11 lainnya.

Dari tiga grup di Piala Gubernur ini, lanjut Arif, nantinya akan diambil 8 tim untuk masuk ke babak selanjutnya. Sehingga, dari setiap grup akan diambil masing-masing dua tim (juara dan runner up grup) serta dua tim lagi dari peringkat terbaik. Kedelapan tim ini akan ditandingkan di Stadion Kanjuruhan dan Brawijaya. "Kalau setting awalnya sepertinya ingin meloloskan tim Malang dan Kediri. Tapi, kita akan lihat nanti, karena pertandingan ini rencananya semuanya live. Mudah-mudahan kita bisa berbuat lebih baik," terangnya. (Amrillah)

Selengkapnya......

Jumat, 09 Mei 2008

KPUD Kembalikan Surat Suara Ke Pencetak

KEJAYAN - KPUD kabupaten Pasuruan akhirnya memusnahkan kertas suara yang tidak dipakai. Kemarin, tumpukan kertas suara yang semua disimpan di gudang KPUD itu diangkut ke Malang untuk dikembalikan kepada pencetaknya.


Ketua KPUD HM. Shodiq menyatakan, keputusan itu sesuai dengan hasil pertemuan yang digelar bersama perwakilan tim kampanye masing-masing calon. "Ini sesuai kesepakatan kemarin," kata lelaki asal Rembang itu. "Kita berusaha mengakomodir semua yang disampaikan tim kampanye," imbuhnya.

Dari data yang diperoleh Radar Bromo, surat suara yang akan dimusnahkan itu merupakan surat suara yang salah cetak. Pasalnya, hasil cetakan dinilai tidak sesuai dengan surat suara hasil kesepakatan dengan para tim kampanye.

"Termasuk, kami juga dirugikan," terang Salim, tim kampanye JaDi yang juga dibenarkan oleh tim kampanye dari JuJur dan DAdi. Karena itu, mereka pun menuntut agar logistik yang semula tersimpan di gudang KPUD itu dimusnahkan.

Atas permintaan itu, siang kemarin, dengan menggunakan truk, sekitar 1,1 juta lembar surat suara dikirim ke CV. Citra Mentari, Malang, selaku pencetak. "Sebab, itu kan menjadi hak pencetak," kilah Shodiq saat disinggung alasan pengembalian surat suara itu.

Pengembalian dan pemusnahan surat suara itu ditandai dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh KPUD dan masing-masing tim kampanye. "Dengan demikian, tuntutan itu kan sudah kita penuhi," terang lelaki yang dikenal low profile itu.

Bahkan, untuk memastikan prosesi pemusnahan itu, para perwakilan tim kampanye dan beberapa anggota panwas juga ikut berangkat ke Malang. Termasuk, petugas dari kepolisian. (amrillah)


Selengkapnya......

Hadiah Haji, Kampanye JAdi

PASURUAN - Pencatuman nama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kharomain, Sukorejo, pada kampanye JaDi putaran keempat di lapangan Warungdowo, Pohjentrek, menuai protes. Dua pembina KBIH tersebut, KH Sonhaji Abdussomad dan KH Mujtabah Abdussomad merasa tidak pernah diajak berunding soal pencatuman nama KBIH-nya itu pada tim JaDi.


Dua saudara inipun meminta nama KBIH Kharomain dihapuskan dari bentuk kampanye calon. "Saya meminta KBIH Kharomain tidak diikutkan dalam segala bentuk kampanye dengan tim manapun. KBIH ini adalah KBIH yang banyak beranggotakan orang-orang NU," tegas Gus Son, panggilan akrab Sonhaji Abdussomad yang diamini kakaknya, KH Mujabatah Abdussomad, kemarin.

Dengan pencantuman nama KBIH Kharomain, seolah-olah ada kerjasama antara tim kampanye JaDi dalam pemberian hadiah haji acara "Jalan Sehat bersama JaDi" di Warungdowo pada 12 Mei nanti. Hadiah haji untuk dua orang ini rencananya akan diberangkatkan pada tahun 2011. "Sama sekali kami tidak pernah tahu, kalau nama KBIH kami dicantumkan. Ini sama dengan asal comot," tegasnya.

Gus Son juga akan melakukan hal yang sama, jika seandainya ada tim lain yang mencomot nama KBIH atau jamiyyah NU ke dalam kampanye partai atau calon. "Saya akan melakukan hal yang tegas pada siapapun. Prinsip kami sudah jelas, bahwa NU tidak boleh dibawa-bawa ke politik," tegas Gus Son yang juga ketua PCNU Kabupaten Pasuruan ini.

Ia mengaku tidak tahu pasti bagaimana mekanisme pencomotan nama KBIH-nya itu ke dalam tim JaDi. "Coba sampeyan tanyakan ke H Tolhah, ketua hariannya," kilahnya.

Radar Bromo juga sempat menghubungi H Tolhah. Ia pun mengakui pernah dihubungi sekretaris KBIH-nya, H Alim soal rencana jalan sehat berhadiah haji itu. "Tapi, H Alim tidak membicarakan soal hadiah haji itu untuk kampanye calon. Saya kira, kalau untuk publikasi dan menarik jamaah umrah, nggak masalah. Kalau untuk kepentingan calon Pilbup, Pak Alim tidak membicarakan hal itu," tegasnya.

Sama seperti Gus Son, Tolhah mengaku keberatan jika pencatuman nama instansinya ke tim salah satu calon. "KBIH ini kan milik yayasan NU di Sukorejo. Sudah berdiri tahun 2001. Dan jamaahnya adalah orang NU. Jadi, tidak dibenarkan kalau KBIH ini juga dilibatkan dalam urusan ini (kampanye, Red)," tegasnya.

Pencantuman nama KBIH Kharomain sebagai Koordinator Tim Kampanye JaDi Sudiono Fauzan, mengaku tidak tahu menahu. "Saya tidak tahu soal hadiah haji dan penyebutan KBIH itu. Semuanya diserahkan pada H Alim (sekretaris KBIH)," jelasnya saat dikonfirmasi Radar Bromo, kemarin. (Amrillah)

Selengkapnya......

Pemkot Pasuruan "Semprit' Pengusaha

PASURUAN - Pemkot Pasuruan bersikap tegas. Sebuah investasi perumahan, terpaksa dihentikan karena belum mengantongi izin.


Bahkan, Sekda Setyono menyatakan sudah menolak permohonan izin karena dianggap melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). "Kami sudah tegas dalam menyikapi investasi yang ditanamkan di kota. Dasarnya, bukan semata-mata menambah pendapatan daerah," ungkap Setyono, kemarin.

Keputusan tegas itu diutarakan Sekda Setyono menjawab protes kalangan pengusaha yang menyoal proyek property Pulau Mas Regency di Jl. Kiai Sepuh, Kelurahan Gentong Pasuruan.

Sekda juga menegaskan, sebelum protes itu muncul pemkot sudah cukup lama mengawasi pembangunan proyek tersebut. "Jelas-jelas, kami menyatakan menolak ijinnya, dengan alasan melanggar RTRW yang diperuntukkan untuk industri, dan bukan pemukiman," jelasnya.

Tapi, entah dengan alasan apa, pengusaha property tersebut masih nekad membangun proyek pemukiman tersebut. Tentu saja, kenekadan itu membuat pemkot berang.

Buntutnya, Setyono mengeluarkan instruksi keras agar proyek dihentikan. Apalagi, kemungkinan besar ijin proyek tersebut tidak akan keluar, karena jelas-jelas terjadi pelanggaran RTRW.

Dia mengungkapkan, pernah memberikan saran kepada pengelola property tersebut agar tidak meneruskan niatnya membangun pemukiman di kawasan tersebut. "Ketika itu kami sarankan boleh saja akses jalannya dari Jl. Kiai Sepuh, tapi pemukimannya menjauhi kawasan industri. Namun, saran ini ditolak," ungkapnya lagi.

Akibatnya, pemkot bersikeras meminta proyek itu dihentikan, karena diyakini akan memicu masalah besar di kemudian hari. Instruksi itu sudah dilanjutkan sampai ke tingkat kelurahan, bahkan satpol. PP, sebagai pasukan penertiban kota.

Informasi yang dihimpun Radar Bromo menyebutkan, ada beberapa pengusaha yang melayangkan protes keras mereka ke pemkot. Dua diantaranya Umar Said, pemilik CV Diad Karya, di Jl Kiai Sepuh No 106 Gentong Kecamatan Gadingrejo.

Laki-laki ini menyatakan, RTRW di sepanjang Jl. Kiai Sepuh, dan Jl. Timor-timor sudah diperuntukkan untuk industri. "Jadi kalau kemudian muncul komplek pemukiman warga, tentunya kami protes," ungkapnya.

Saat menyampaikan itu, dia bersama Amir, pengusaha lain yang juga memiliki industri di kawasan tersebut. Mereka mengungkapkan, protes itu disampaikan karena khawatir pemukiman itu terganggu aktivitas industri di daerah tersebut, atau sebaliknya.

Itu sebabnya, mereka mengirimkan surat protes ke wali kota. "Intinya, kami meminta pemkot mengkaji proses perizinan property tersebut," tukas Amir menimpali protes Umar. Keduanya juga mengaku tidak pernah dihubungi untuk dimintai persetujuan pengelola property sebagai syarat pendirian usaha.

Sementara, pengelola Pulau Mas Regency yang dikonfirmasi mengaku sudah mengurus perijinan pemukiman mereka. "Sudah mulai diurus," aku Dewi, salah satu pegawai pengelola perumahan baru tersebut dengan jawaban singkat.

Kemudian diakuinya, pengurusan izin itu dilakukan oleh pihak kelurahan. Sayangnya, tidak satupun staf kelurahan yang bisa dihubungi sore kemarin.

Di tengah polemik yang muncul, pengusaha properti terkesan bergeming dengan upaya pemkot menghentikan investasi mereka. Ini bisa dilihat dari proyek pembangunan perumahan yang sudah aktif di lakukan. Bahkan beberapa rumah sudah dibangun sekitar 20 persen. (amrillah)


Selengkapnya......

Ngotot, Tim Kampanye JuJur-DAdi

BANGIL - Persinggungan antara pendukung pasangan Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JuJur) dengan pendukung pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) belum berhasil terdamaikan. Kemarin tim kampanye dua pasangan itu dipertemukan oleh Panitia Pengawas (Panwas) setempat. Namun, pertemuan itu tak mencapai kesepakatan berarti.


Langkah panwas mempertemukan tim kampanye kedua pasangan ini menyusul peristiwa Rabu (7/5). Hari itu giliran pasangan DAdi melakukan kampanye kali kedua. Kampanye dipusatkan di Bangil.

Dalam kesempatan itu, pendukung pasangan JuJur melihat ada yang membawa bendera PKB dalam konvoi pendukung pasangan DAdi. Nyaris terjadi insiden. Pendukung JuJur berusaha menahan diri, dan memilih mengadukannya ke KPUD dan Panwas.

Panwas pun bergerak dengan cara mempertemukan tim kampanye kedua pasangan tersebut, kemarin. Acara digelar di kantor Panwas di Bangil. Dalam pertemuan ini, tim kampanye JuJur diwakili Alvin dan Nasir. Sedangkan tim kampanye pasangan DAdi diwakili H Sutris dan Adi S.

Selain itu, sejumlah pihak terkait juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya, Dandim 0819 Letkol Art Adam Pangeran, Wakapolres Pasuruan Kompol Juli Setyadi, Kasat Intel AKP Sayuti, Kapolsek Bangil AKP Taufik, Camat Bangil Agus Pujianto, serta sejumlah undangan.

Ketua panwas Roni Suwarno menyatakan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari insiden yang nyaris terjadi pada pelaksanaan kampanye DAdi, Rabu (7/5) lalu. Dalam pertemuan itu, Roni kembali mengingatkan kepada masing-masing tim kampanye untuk bisa menjaga diri. Terutama, terhadap hal-halnya yang dapat memicu terjadinya konflik.

Baginya, persaingan dalam perebutan kekuasaan merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang sehat. "Ini semua demi Kabupaten Pasuruan ke depan," terangnya kepada semua yang hadir.

Karena itu, Roni berharap agar setiap perbedaan dalam proses pilkada nanti disikapi dengan kepala dingin.

Alvin, perwakilan tim JuJur mengaku sepakat dengan pernyataan ketua panwas itu. Hanya, menurutnya, apa yang dilakukan para pendukung DAdi itu sama sekali tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu dinilai merugikan pihaknya. "Apalagi, PKB kan sudah jelas-jelas mengusung JuJur," ujarnya.

Semetara itu, hal sebaliknya justru disampaikan H Sutris dari tim DAdi. Menurutnya, pilkada kali ini berbeda dengan sebelumnya. "Pilkada ini bukan memilih partai, tapi figur," jelasnya.

Alasan itulah yang menjadikan dirinya memberikan dukungan kepada DAdi meski ia sebenarnya kader PKB. "Makanya, tidak ada alasan untuk melarang kami membawa bendera PKB," kilahnya. "Saya sendiri orang PKB," akunya.

Karuan saja, aksi bela diri itu membuat pertemuan berubah menjadi ajang perdebatan tanpa ujung. Melihat hal itu, Kapolsek Bangil AKP Taufik pun mencoba menengahi. Menurutnya, polemik seputar keberadaan H Sutris di PKB dinilainya sebagai masalah internal partai. Hanya, dirinya mengimbau agar setiap persoalan bisa diselesaikan dengan damai.

Sayang, lantaran sama-sama ngotot, pertemuan pun berakhir tanpa hasil. Tidak tercapai kesepakatan yang bisa mencairkan persinggunan ini. Rencana, malam ini, pertemuan kembali dilanjutkan di Mapolres Pasuruan. (aad)


Selengkapnya......

Kamis, 08 Mei 2008

Simpatisan JuJuR dan DAdi Nyaris Bentrok

BANGIL - Di hari terakhir kampanye putaran kedua kemarin (7/5), nyaris terjadi insinden. Massa pasangan Jusbakir Aldjufri (JuJur) tak terima ketika melihat massa pendukung pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) ada yang membawa bendera PKB.


Menurut informasi yang dihimpun Radar Bromo, siang kemarin pasangan DAdi berkampanye. Massanya melakukan konvoi. Para pendukung JuJur melihat di kerumunan konvoi ada yang membawa bendera PKB.

Tak terima atribut partai yang mereka usung dibawa oleh pasangan calon lain, H Mochammad Ashari, tim sukses independen di posko JuJur di Kalianyar, Bangil, pun bertindak. Dia hendak menghentikan laju konvoi dan mengambil bendera PKB tersebut.

"Tapi kami mengurungkannya. Karena saya masih menghargai KPU, Panwas dan kepolisian dalam hal ini. Oleh sebab itu saya meminta kepada yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini," ujar H Mochammad Ashari.

Kepada Radar Bromo, Ashari mengatakan jika banyak para simpatisan DAdi yang membawa bendera PKB dalam kampanye. Ashari juga tidak setuju jika ada yang memakai atribut PKB meski berupa bendera, kaos atau rompi.

"Kami memang belum bertindak tapi kami sudah melaporkannya. KPU dan panwas berjanji akan menyelesaikannya hari ini (kemarin). Kalau sampai tidak diselesaikan maka biar kami sendiri yang turun tangan," tantangnya.

Ashari menambahkan, seharusnya jika didukung oleh partai tertentu, seharusnya massa DAdi membawa atribut dari partai yang mendukungnya tersebut. Jadi para simpatisan tak harus menggunakan atribut dari partai lain yang jelas-jelas tak mendukungnya.

Guna menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihak KPU dan Panwas pun sempat mendatangi posko JuJur di Kalianyar. Dalam pertemuan itu, kata Ashari, KPU dan Panwas siap untuk segera menindaklanjuti. "Pokoknya saya minta diselesaikan hari ini, kalau tidak apa yang terjadi lihat saja nanti," ujar Ashari.

Pasca kejadian menegangkan tersebut, suasana di posko JuJur Kalianyar sempat mencekam. Puluhan massa dari JuJur nampak stand by di luar dan di dalam posko yang megah itu. Aparat keamanan dari kepolisian dan unsur TNI pun ikut berjaga-jaga sampai siang hari di lokasi tersebut.

Beruntung sampai sore kemarin, saat kampanye DAdi berlangsung di lapangan Kalirejo, Bangil, ketegangan serupa tak lagi terjadi karena konvoi tidak lagi lewat di depan posko JuJur.

Sementara, ditemui secara terpisah, Abu Bakar Assegaaf, tim sukses DAdi tidak menganggap persoalan itu menjadi hal yang berat. Katanya, pihaknya tidak pernah menyuruh para simpatisan untuk memakai atau membawa atribut dari partai lain.

"Itu memang orangnya sendiri yang mau membawa atribut. Pendukungnya Pak Dade kan banyak dari berbagai partai. Lagi pula ini adalah pemilihan figur, bukan partainya," katanya ringan. (fa)

Selengkapnya......

Persekap Jr : Menang Tipis

PASURUAN - Persekap Jr mengawali laga pembuka di grup F dengan manis. Saat menghadapi Persewangi Jr di Stadion Untung Suropati, sore kemarin, pasukan Asyari Cahyani ini mampu mengemas dengan skor tipis


, 1-0.

Gol semata wayang Persekap diceploskan strikernya, Bayu Gatra saat kickoff baru berjalan tiga menit. Gegap gempita ofisial dan penonton Persekap langsung bergemuruh, ketika terjadi gol cepat itu.

Gol ini berawal dari umpan tengah yang langsung disontek Bayu beberapa meter dari luar kotak gawang. Sontekan kerasnya sempat diantisipasi kiper Persewangi, Ibnul Mubaroq. Namun, karena sedikit ragu, bola seharusnya bisa ditangkap dengan baik, akhirnya luput di antara dua kaki Ibnul. Sehingga, gol pun terjadi.

Di babak pembuka ini, sebenarnya Jakfar dkk mendapat peluang emas lagi. Saat itu di menit 30, tangan kanan dari gelandang Persewangi, Jubaidi sempat menyentuh bola di kotak terlarang, ketika salah dalam menghalau bola. Wasit Prastyo (Surabaya) yang hanya berjarak beberapa meter dari posisi Jubaidi langsung meniup peluit tanda penalti. Pelanggaran mematikan ini sempat diprotes pemain Persewangi. Namun, wasit tetap tidak bergeming dan harus dilakukan eksekusi itu.

Sayang, play maker M Nasrul yang dipercaya sebagai eksekutor membuang peluang emas itu sia-sia. Tendangan kerasnya melenceng beberapa centimeter dari sisi kanan gawang Persewangi.

Kegagalan dalam penalti inilah yang sempat membuat mental punggawa-punggawa The Lasser-julukan Persekap ngedrop. Sebaliknya, Persewangi merasa mendapat angin untuk melakukan serangan balik. Peluang Persewangi tercipta di menit 38, setelah Heri Suseno terlepas dari kawalan libero Jakfar. Namun, kesigapan kiper Angga Saputra dalam mengantisipasi bola mulai terlihat di pertengahan babak. Di awal babak, kiper bertubuh kecil ini sering melakukan blunder, meski tidak sampai kebobolan.

Di babak kedua, serangan yang dibangun tim lawan semakin gencar. Sebaliknya, tuan rumah Persekap seolah ingin mempertahankan kemenangan dengan cara bertahan. Pasukan Ashari ini banyak mengandalkan counter attack dalam mencari kesempatan. Hal inilah yang menjadikan duet Heri Suseno-Sutrisno semakin gencar.

Beberapa kali peluang Laskar Blambangan Cilik-julukan Persewangi tercipta. Tetapi, kesigapan Angga dalam mengantisipasi tendangan keras lawan sudah diantisipasi. "Jujur saya akui, mental anak-anak masih perlu dibenahi. Mungkin ini karena main pertama, sehingga, mereka belum siap betul," terang Asyari.

Hingga, peluit panjang dibunyikan wasit, Persekap tetap unggul dengan skor 1-0. Dengan hasil ini, untuk sementara, Persekap menjadi pemimpin klasemen sementara di grup F. Hasil ini belum termasuk laga Persikapro versus PSBI Blitar yang berlangsung hari ini. "Anak-anak merasa sudah unggul. Jadi di babak kedua, mereka seolah ingin mempertahankan kemenangan itu," tegasnya. (day)

Selengkapnya......

DAdi Usung Isu Perubahan

BANGIL - Pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna (DAdi) mulai memunculkan isu baru di kampanye putaran kedua di lapangan Kalirejo, Bangil kemarin. Apa itu? Yakni isu seputar perubahan. "Kalau di pemerintahan sekarang ini, apa yang kita rasakan?

Sepertinya tidak ada perubahan. Maka dari itu, kalau kita terpilih, maka perubahan itu akan terjadi," ujar Eddy Paripurna, cawabup DAdi di hadapan simpatisannya.

Dalam kampanye yang dimulai pukul 13.30 itu, Eddy mengurai sedikit soal perubahan yang dimaksud. Jika pihaknya terpilih sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan periode mendatang, maka bantuan untuk desa akan ditingkatkan. "Kalau sekarang bantuan ke desa hanya sekitar Rp 60 juta, maka jika kami terpilih akan kami tingkatkan menjadi Rp 100 juta," janjinya.

Tidak hanya itu. Perubahan yang diinginkan pasangan nomor urut 2 ini juga menyentuh pada pendidikan dan kesehatan. "Kami menginginkan pendidikan nantinya akan gratis. Pokoknya biaya anak yang masuk sekolah akan kami perhatikan seminim mungkin," tandasnya disertai tepuk tangan yang hadir.

Begitu pula dengan fasilitas kesehatan, terutama di tingkat desa. "Kalau berobat ke puskesmas, tidak perlu membayar. Ini semua demi masyarakat Kabupaten Pasuruan," terangnya.

Sebelum berorasi, Eddy sempat menyanyikan sebuah lagu berjudul Mengapa milik Koes Plus. Diiringi beberapa artis dangdut lokal, Eddy mendapat simpati massa pendukungnya. Selanjutnya, Eddy juga meminta pasangannya Dade Angga untuk naik ke panggung lagi. Kali ini, mantan bupati periode 1999-2003 ini diminta untuk menyanyikan lagu juga.

"Wah, sebenarnya bapak nggak bisa menyanyikan lagu. Bapak hanya bisa mengaji," ujar Dade. "Tapi, demi untuk memenuhi permintaan, bapak akan mencoba menyanyikan lagu yang kalian pasti sudah mengenalnya," terang calon yang biasa menggunakan kata Bapak ini.

Bukan nyanyi dangdut atau pop masa kini, Dade menyanyikan lagu berjudul Injit-Injit Semut dengan diikuti simpatisannya secara serempak. (day)

Selengkapnya......

Pemkab Ancam Beri Sanksi, PNS Terlibat Dukung Mendukung Calon

PASURUAN - Ini peringatan bagi para pegawai (PNS) di lingkungan Pemkab Pasuruan. Terutama yang terlibat dalam aksi dukung mendukung para calon di pilkada nanti. Sejumlah sanksi siap diberikan kepada para pegawai yang dinilai melanggar aturan kepegawaian tersebut.


Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Mahmud Rief saat kepada Radar Bromo, beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebagai seorang pegawai, tidak semestinya terlibat dalam politik praktis. Apalagi, ikut dalam kampanye. "Sebab, pada prinsipnya, pegawai adalah abdi negara, abdi masyarakat," katanya. Karena itu, terhadap semua kegiatan politik, semua pegawai harus bersikap netral. "Tidak boleh terlibat dalam politik," lanjutnya.

Indikasi keterlibatan oknum pegawai di lingkungan Pemkab, memang bukan hanya isapan jempol. Dari pengamatan Radar Bromo selama mengikuti kampanye beberapa waktu lalu, dijumpai beberapa pegawai di lingkungan pemkab yang hadir.

Bukan hanya itu, selain ikut dalam konvoi para calon, beberapa di antara mereka bahkan ikut naik ke atas panggung guna memberikan dukungan. Selain itu, koran ini juga menemukan sejumlah kendaraan dengan plat nomor merah yang juga turut dalam iring-iringan konvoi tersebut. Fenomena itu hampir didapati pada pelaksanaan kampanye semua calon.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kabupaten Pasuruan, Sri Aprililik. Dihubungi secara terpisah, perempuan berjilbab itu kembali menegaskan adanya larangan keterlibatan pegawai dalam politik tersebut. "Aturannya kan sudah jelas," katanya tanpa menyebut ketentuan yang dimaksud. Karena itu, dirinya kembali menegaskan bahwa netralitas seoarang pegawai merupakan hal yang mutlak.

Terkait proses pilkada yang sedang berlangsung saat ini, pemkab sendiri sebenarnya telah menurunkan tim. Selain untuk mengamati proses pilkada yang sedang berjalan, hal itu juga untuk untuk memonitoring kemungkinan keterlibatan para pegawai dalam aksi dukung-mendukung itu.

Hanya, sejauh ini, proses pemantauan itu dinilai belum maksimal. Apalagi, selain tenaga yang terbatas, proses pemantauan juga tidak dilakukan hingga ke lokasi kampanye. Sebab, untuk wilayah tersebut, sudah ada lembaga Panwasda yang dinilai lebih berkompeten. "Makanya, kita kan juga tidak tahu satu per satu dari mereka yang ikut kampanye itu," terangnya.

Kendati demikian, terkait adanya oknum pegawai yang disinyalir terlibat dalam pemberian dukungan itu, Lilik biasa ia disapa pun berjanji untuk mengkomunikasikannya dengan sekda. "Bagaimana tindak lanjutnya, nanti kita koordinasikan," katanya.

Yang pasti, jika kabar keberadaan oknum pegawai yang terlibat dalam aksi dukung-mendungkung itu, pihaknya siap memberikan sanksi sesuai yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30 tahun 1980 tentang Kedisiplinan Pegawai.

Sementara itu, peringatan serupa juga disampaikan ketua Komisi A DPRD setempat Akhmad Barizi. Bahkan, jauh hari sebelumnya, komisi yang dipimpinnya itu mengancam untuk mengurangi anggaran bantuan desa kepada kepala desa yang diketahui terlibat dalam aksi dukung-mendukung tersebut. (aad)

Selengkapnya......

Rabu, 07 Mei 2008

SEMINAR KTSP DI PASURUAN


Sema (senat mahasiswa) STAI Pasuruan rabu, 9 April 2008 mengadakan seminar KTSP di Departemen Agama Pasuruan dengan pembicara bapak DR. Sa’dun Akbar MPd yang juga dosen UIN Malang. Dia membahas tentang sisi-sisi keunggulan KTSP.


Seminar tersebut dihadiri lebih dari 150 peserta yang dimulai pukul 08.00 sampai 13.00. inti dari pembicaraannya adalah mengkaji tentang perubahan sistim metode belajar dari behavioristik menjadi kontruktivis. Beliau banyak memberikan contoh-contoh beberapa sekolah unggulan yang telah berhasil dalam sistim ini.Juga ditegaskan tentang penyelenggaraan Ujian Nasional beliau mengatakan setuju dengan adanya ujian nasional namun perlunya pengkajian ulang mengenai satu factor yang terdapat dalam undang-undangnya, dengan kata lain ujian tersebut tidak dijadikan tolak ukur kelulusan siswa, namun sebagai alat mengukur mutu pendidikan Indonesia.
selain itu seminar juga diahadiri oleh calon bupati Muzamil Syafi’i beliau sempat menegaskan bahwa pendidikan bukan segala-galanya namun tanpa pendidikan kita tak biss berbuat apa-apa. Sementara beliau juga mengisi acara seminar dengan sedikait berkampanye, jika dia terpilih maka sektor pendidikan, kesehatan dan kemiskinan akan menjadi perioritas utamanya. Tentu saja peserta dibuat gerrr…..bahkan ada diantara peserta yang berbisik-bisik sambil menggumam”biasa kampanye”. Seminar pun akhinya ditutup dengan acara bernyanyi bersama dan foto bersama.

Selengkapnya......

Sinyal Kalla: BBM Naik 30 Persen


JAKARTA - Berapa nilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)? Pemerintah belum mengumumkan secara resmi. Di tengah teka-teki itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin memberikan isyarat bahwa persentase kenaikan BBM yang segera diumumkan tidak akan lebih tinggi daripada kenaikan harga pada 2005.


"Yakinlah, (kenaikan harga BBM) tidak akan setinggi kenaikan harga BBM pada Oktober tahun 2005 silam. Kemungkinan hanya akan seperti (kenaikan harga BBM) Maret 2005," ujar Kalla dalam pengarahan kepada gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, kemarin (6/7).

Pada Maret 2005, pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 30 persen. Pada Oktober 2005, pemerintah kembali menaikkan harga BBM sebesar 120 persen. Bila acuannya pernyataan tersebut, diperkirakan pemerintah akan menaikkan rata-rata 30 persen atau 28,7 persen seperti proposal kenaikan harga yang telah dibocorkan kepada pers oleh DPR.

Wapres mengatakan, kenaikan itu pasti akan direspons negatif rakyat. Meski demikian, dia yakin protes dalam bentuk demonstrasi tidak akan bertahan lebih dari dua pekan. Dasar keyakinan itu ialah pengalaman pemerintahnya dua kali menaikkan harga BBM tiga tahun lalu.

"Pada kenaikan harga BBM Maret (2005), waktu itu demonya dua minggu. Tapi ketika pemerintah menaikkan lagi harga BBM rata-rata 120 persen pada Oktober 2005, demonya hanya seminggu," katanya.

Wapres menjanjikan, dampak negatif kenaikan harga BBM akan diimbangi dengan pengucuran bantuan langsung tunai (BLT) yang lebih besar daripada sebelumnya. Bila pemerintah menaikkan harga BBM 30 persen, penghematan subsidi akan mencapai Rp 35 triliun. "Hanya separo yang masuk APBN. Separonya lagi akan dibagikan ke rakyat dalam bentuk BLT," ujarnya.

Berdasar proposal Bappenas, besaran BLT adalah Rp 100 ribu per kepala keluarga miskin per bulan. Nominal tersebut sama dengan BLT yang dibagikan ketika pemerintah menaikkan harga BBM 120 persen karena saat ini masyarakat tengah menghadapi ancaman krisis pangan.

Karena itu, Kalla yakin demo kenaikan harga BBM akan diimbangi demo rakyat yang mengharapkan mendapatkan bantuan langsung tunai. "Kita bagikan BLT yang lebih besar. Jadi, rakyat kecil akan untung. Kalau ada yang demo akan dilawan rakyat kecil," katanya.

Karena yakin situasi akan lebih kondusif, Kalla meminta pemerintah daerah mendukung kebijakan pemerintah. "Pak Bupati tenang saja. Kenaikan harga BBM akan aman. Tapi, itu jika Pak Bupati turun tangan langsung mengamankan BLT dan tidak menahan-nahan kartu pembagian BLT," tegasnya.

Pengusaha asal Makassar tersebut yakin kenaikan harga BBM yang dibarengi dengan pembagian bantuan langsung tunai adalah adaptasi dari epik Robin Hood, yakni mengambil dari yang kaya dan membagikannya kepada rakyat miskin. "Ini sistem Robin Hood yang kita pakai. Masak naik Mercy dan Volvo mau bayar BBM murah? Bayar yang mahal dong," ujarnya. (noe/sof/tof)

Tiga Alternatif

Bila Kalla memberikan gambaran secara umum, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengungkapkan secara rinci perhitungan pemerintah. Menurut dia, pemerintah mempertimbangkan tiga simulasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Yakni, kenaikan rata-rata 20, 25, dan 30 persen.

"Tapi, maksimal 30 persen," kata Paskah di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Jakarta kemarin (6/5).

Paskah mengatakan, harga BBM dinaikkan paling lambat awal bulan depan. Paskah menghitung, kenaikan 30 persen akan menghemat subsidi hingga Rp 35 triliun. Seluruh dana tersebut, katanya, akan digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT). "Ini yang akan kita berikan ke masyarakat. Tidak ada satu sen pun untuk kepentingan belanja," kata Paskah.

Menurut dia, BLT diberikan kepada sekitar 19,1 juta rumah tangga miskin (RTM). Data sementara tersebut akan diperbarui. "Kalau kemarin kan BLT bersyarat, sekarang BLT plus. Nah plusnya ini seperti food, tapi nanti kita lihat dulu deh," ujar dia.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah BLT yang akan diterima rumah tangga miskin masih sama dengan program sebelumnya, yakni Rp 100 per bulan, dibayarkan setiap tiga bulan. "Kalau sekarang ada Juni sampai Desember, itu kita selesaikan dulu tujuh bulan kali 19,1 juta rumah tangga miskin," kata Menkeu. Minimal, BLT akan diberikan selama satu tahun.

Selengkapnya......